Kisah Tragis Pelaut Suriah yang Terjebak di Kapal Terbengkalai
MediaHub – Pada tahun 2017, seorang pelaut asal Suriah, Mohammad Aisha, memulai perjalanan kariernya sebagai chief officer di kapal kargo MV Aman. Namun, nasibnya berubah setelah hanya dua bulan bertugas ketika otoritas pelabuhan Mesir menghentikan operasional kapal tersebut di area Teluk Suez karena sertifikat keselamatan yang kedaluwarsa.
Masalah semakin rumit ketika perusahaan pemilik kapal mengalami kebangkrutan dan memutuskan untuk meninggalkan MV Aman. Pengadilan Mesir kemudian mengangkat Aisha sebagai penjaga hukum kapal, yang menempatkan dirinya dalam posisi bertanggung jawab penuh atas kapal dan melarangnya untuk meninggalkan kapal sampai ada pengganti atau kapal dijual.
Seiring waktu, para kru lain meninggalkan kapal satu per satu hingga akhirnya Aisha tinggal sendirian di atas kapal yang dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ia terpaksa berhadapan dengan kenyataan pahit: kapal tidak memiliki listrik, pasokan bahan bakar, atau air bersih, dan menjadi sarang bagi tikus dan serangga.
Untuk bertahan hidup, Aisha harus berenang ke pantai secara teratur demi mendapatkan makanan, mencari air, serta mengisi daya ponselnya. Kondisi tersebut sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental, dan ia tidak dapat menghadiri pemakaman ibunya pada tahun 2018 karena larangan hukum yang mengikatnya.
Perubahan signifikan terjadi pada tahun 2021 ketika International Transport Workers’ Federation, sebuah organisasi pelaut internasional, terjun untuk membantu mencari solusi atas situasi Aisha. Seorang perwakilan organisasi tersebut bersedia untuk mengambil alih tanggung jawab sebagai penjaga hukum, memungkinkan Aisha untuk akhirnya meninggalkan kapal dan pulang ke tanah air.
Setelah hampir empat tahun terasing di atas kapal yang terbengkalai, Aisha akhirnya dapat terbang kembali ke Suriah dan kembali ke pelukan keluarganya. Ia menggambarkan kebahagiaannya saat itu sebagai momen seperti ‘keluar dari penjara.’
Kisah Aisha menjadi salah satu contoh paling mencolok tentang abandoned seafarers, sebuah fenomena di mana pemilik kapal meninggalkan kapal dan kru tanpa dukungan yang memadai, kondisi yang menurut organisasi maritim internasional masih terus terjadi di berbagai belahan dunia.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
