HRS: FPI Tidak Pasif, Hanya Menjaga Agar Perjuangan Tidak Ditunggangi

16 Apr 2026 • 23:56 iMedia

MEDIAHUB.ID – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menegaskan organisasinya tidak berubah sikap dalam mendukung perjuangan mahasiswa dan buruh yang menyuarakan keadilan. Menurutnya, FPI tetap berpegang pada prinsip amar makruf nahi munkar.

Hal itu disampaikan HRS saat menjawab pertanyaan pengurus Aliansi BEM Se-Indonesia yang disiarkan melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Jumat, 17 April 2026. Ia menuturkan, FPI mendukung gerakan mahasiswa dan buruh selama perjuangan itu murni untuk kepentingan publik, bukan kelompok tertentu.

“Pokoknya selama jalan mahasiswa, buruh, betul, bukan untuk kepentingan kelompok, kita dukung. Jadi maaf, bukan FPI berubah, bukan! FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” kata HRS.

Ia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak jelas. HRS menegaskan, FPI ingin memastikan perjuangan itu tetap berada di jalur yang benar dan tidak disalahgunakan oleh kepentingan lain.

Menanggapi anggapan bahwa FPI kini terlihat lebih tenang, HRS menyebut organisasi itu bukan sedang mundur. Ia menyamakannya dengan situasi ketika “gelar tikar” dan “nonton” saat ada pihak-pihak yang saling berselisih.

“Lagi gelar tiker, lagi nonton. Nonton apa? Buaya sama buaya lagi ribut. Alhamdulillah,” ujarnya, yang disambut tawa audiens.

HRS juga menyinggung ajakan agar Presiden Prabowo Subianto mundur dari jabatannya. Ia menilai aspirasi semacam itu sah-sah saja selama disampaikan dengan argumentasi yang kuat dan dapat dipahami publik.

Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa tetap waspada terhadap provokator. HRS menilai gerakan yang murni harus dijaga agar tidak mengorbankan peserta aksi, terutama mahasiswa.

“Tapi hati-hati dengan provokator. Saya lihat sekarang ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termul. Sudahlah. Yang kemarin bela presiden yang lalu rezimnya abis-abisan. Jual angka, jual survei, tahu-tahu sekarang teriak-teriak mau kudeta, siapa yang percaya?” tegasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya