GMPRI Minta APH Audit Khusus SPPG yang Lapor Dua Warga di Loteng

01 Apr 2026 • 07:34 Taufik

MediaHub – Lombok Tengah – Dua perempuan dari Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jamiatul Munawarah dan Baiq Restu Tunggal Kencana, menjadi sorotan setelah mereka melaporkan menu makanan dari MBG yang ditemukan mengandung belatung. Pelaporan ini dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan tuduhan pencemaran nama baik akibat unggahan video tersebut.

Tindakan pelaporan ini memicu reaksi keras dari masyarakat, yang menilai bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap warga yang berani mengungkapkan fakta di era keterbukaan informasi ini.

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) turut menyatakan sikapnya. Mereka mendesak agar SPPG diaudit secara khusus, mengingat lembaga tersebut mengelola dana publik.

“Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk melakukan audit khusus terhadap SPPG ini, tanpa harus menunggu adanya laporan dari masyarakat. Kenapa mereka sampai melaporkan warga yang membongkar kualitas makanan yang buruk yang diberikan kepada penerima manfaat? Ini menimbulkan dugaan bahwa SPPG seringkali mengambil keuntungan berlebihan sehingga kualitas makanan yang disajikan tidak terjaga,” ungkap Rindawanto (Rindhot), Ketua GMPRI NTB, kepada media.

Taufik
Jurnalis yang aktif meliput isu sosial, pemerintahan, dan perkembangan daerah.