Ketua Baru The Fed Terpilih, Pasar Menanti Arah Kebijakan Baru
MEDIAHUB.ID – Senat Amerika Serikat resmi mengukuhkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, 13 Mei 2026 waktu setempat. Ia menggantikan Jerome Powell setelah proses persetujuan yang berlangsung ketat.
Warsh disetujui melalui pemungutan suara 54 berbanding 45, menjadikannya salah satu proses pengesahan paling sengit dalam sejarah modern bank sentral AS. Hampir seluruh senator memilih mengikuti garis partai, dengan hanya Senator Demokrat Pennsylvania, John Fetterman, yang mendukung Warsh.
Penunjukan Warsh menjadi sorotan karena terjadi di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump yang selama ini mendorong penurunan suku bunga. Trump juga kerap mengkritik Powell karena dinilai terlalu ketat dalam menjaga kebijakan moneter.
Namun, kondisi ekonomi terkini justru membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin kecil. Data inflasi AS menunjukkan kenaikan harga masih berada jauh di atas target 2 persen The Fed. Di sisi lain, tekanan biaya pembangunan infrastruktur juga tercatat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar mulai menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga tahun ini. Sejumlah analis bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali pada akhir 2026.
Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menyambut positif pengukuhan Warsh. Ia menyebut langkah itu penting untuk memulihkan akuntabilitas, kompetensi, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan The Fed.
Sementara itu, anggota DPR AS dari Partai Republik, French Hill, menilai Warsh memiliki rekam jejak kuat dalam menghadapi inflasi. Menurutnya, Warsh berulang kali menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga sebagai pusat agenda ekonomi.
Warsh bukan sosok baru di The Fed. Ia pernah menjabat sebagai gubernur bank sentral AS pada 2006-2011, termasuk saat krisis finansial global akibat runtuhnya pasar subprime mortgage. Pada masa itu, The Fed menjalankan kebijakan quantitative easing (QE) secara besar-besaran untuk menopang ekonomi AS.
Meski terlibat dalam periode krisis tersebut, Warsh dikenal sebagai salah satu pejabat yang menilai program QE dijalankan terlalu agresif. Setelah meninggalkan The Fed, ia kerap menyampaikan kritik terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Di luar kebijakan moneter, Warsh juga aktif mengajar di Stanford Graduate School of Business serta duduk di sejumlah dewan direksi perusahaan. Ia akan menggantikan Stephen Miran di dewan gubernur The Fed.
Rapat pertama Warsh sebagai ketua FOMC dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang. Pasar global kini menunggu arah kebijakan moneter AS di bawah kepemimpinannya, terutama terkait suku bunga dan pengendalian inflasi.
Warsh juga disebut sebagai ketua The Fed terkaya dalam sejarah modern, dengan kekayaan diperkirakan melebihi 100 juta dolar AS. Sesuai aturan etika terbaru The Fed, ia diwajibkan melepas sejumlah investasi pribadinya untuk menghindari konflik kepentingan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
