Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Lebih Menarik bagi Wisatawan Mancanegara

MEDIAHUB.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai membuka peluang bagi sektor pariwisata Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Kementerian Pariwisata bergerak memanfaatkan momentum tersebut dengan mendorong pelaku usaha pariwisata memperkuat promosi dan penawaran wisata. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan nilai dolar yang lebih tinggi membuat biaya liburan ke Indonesia menjadi lebih murah dan kompetitif bagi turis asing.

“Ini peluang, selalu tidak pernah kita tolak. Selalu ada tantangan, pasti ada peluangnya. Peluang pelemahan rupiah ini kita garap,” kata Ayu, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.

Meski demikian, Kemenpar mengingatkan industri pariwisata agar tetap mewaspadai sejumlah tantangan global, seperti kenaikan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik yang dapat mendorong mahalnya tiket pesawat, serta isu keamanan penerbangan dari Eropa yang melintasi Timur Tengah.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, Kemenpar mengarahkan strategi promosi dengan menyesuaikan target pasar. Fokus utama diarahkan ke wilayah Asia, ASEAN, dan Australia, lalu dipadukan dengan pasar Eropa dan Amerika.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga berdampak pada naiknya harga produk impor yang kerap dibutuhkan hotel dan restoran untuk melayani wisatawan. Kemenpar mendorong pelaku usaha mengoptimalkan penggunaan produk lokal yang berkualitas tanpa mengurangi standar layanan bagi wisatawan mancanegara.

Menurut Ayu, industri pariwisata perlu menjaga keseimbangan antara penggunaan barang impor dan produk dalam negeri agar biaya operasional tetap terkendali, sementara kualitas pelayanan tetap terjaga.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya