Ketegangan Meningkat: AS Bersiap Serangan di Selat Hormuz

12 Mar 2026 • 03:04 iMedia

MediaHub – Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang menyiapkan langkah militer baru terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, United States Central Command (CENTCOM) mengimbau warga sipil Iran untuk menjauhi kegiatan militer dan fasilitas pelabuhan di sekitar jalur perairan strategis tersebut.

“Pekerja pelabuhan, staf administratif, dan awak kapal komersial diharapkan agar menjauhi kapal angkatan laut Iran serta peralatan militer lain,” demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari Al Jazeera, Rabu (11/3/2026).

Imbauan ini disampaikan seiring dengan memanasnya situasi keamanan yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Garda Revolusi Iran (IRGC) saat ini tengah menutup Selat Hormuz mengikuti eskalasi yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Pasukan laut Iran dilaporkan menambah kesiagaan untuk mencegah akses kapal-kapal tanpa izin.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, mempertegas bahwa setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz wajib mendapatkan izin dari pihak Iran.

Serangan terhadap Kapal Thailand

Ketegangan makin meruncing setelah IRGC menyerang dua kapal yang berlayar di Selat Hormuz. Menurut laporan dari kantor berita ISNA, kapal Express Rome yang berlayar dengan bendera Liberia dan kapal kontainer Mayuree Naree menjadi target serangan proyektil setelah diduga mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada kapal Mayuree Naree, yang merupakan kapal pengangkut barang curah asal Thailand.

Tiga Awak Kapal Hilang

Pemerintah Thailand melaporkan bahwa dari total 23 awak kapal, 20 di antaranya selamat, sedangkan tiga orang lainnya masih dalam status hilang. Para awak kapal yang selamat berhasil keluar menggunakan sekoci penyelamat sebelum diselamatkan oleh angkatan laut Oman.

Serangan ini menyebabkan ledakan di bagian buritan kapal yang berujung pada kebakaran di ruang mesin, di mana tiga awak yang belum ditemukan saat ini berada.

Kondisi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan global, mengingat kawasan ini merupakan jalur perdagangan minyak yang sangat vital, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati sini. Ketegangan yang terus meningkat dapat memicu krisis energi global jika situasi tidak membaik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya