Kapal Induk AS Terpaksa Memutar Jauh Lewat Afrika Selatan untuk Hindari Iran

15 Apr 2026 • 04:18 iMedia

MEDIAHUB.ID – Kapal induk Amerika Serikat USS George HW Bush bersama kapal-kapal perang pengiringnya dilaporkan terpaksa menempuh rute memutar yang lebih jauh melewati perairan Afrika Selatan untuk menghindari potensi bentrokan dengan Iran atau kelompok-kelompok proksinya di Timur Tengah.

Kelompok serang kapal induk tersebut disebut berlayar mengelilingi Afrika Selatan sebelum bergabung dengan armada Angkatan Laut AS lainnya di Laut Arab terkait operasi pemblokadean Selat Hormuz.

Media pertahanan USNI News, mengutip sumber pejabat pertahanan AS, melaporkan USS George HW Bush bersama kapal-kapal pengiringnya beroperasi di lepas pantai Namibia setelah menghindari rute melalui Laut Mediterania.

USS George HW Bush menjadi kapal induk ketiga yang dikerahkan AS ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi melawan Iran, setelah USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln.

Rute tersebut juga menghindari Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, jalur yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sasaran serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Di sisi lain, blokade AS terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran resmi berlaku pada Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, blokade Angkatan Laut itu diterapkan secara imparsial terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Persia dan Teluk Oman.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya