Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi

13 Apr 2026 • 17:32 iMedia

MEDIAHUB.ID – Israel disebut mulai menyiapkan kemungkinan melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan itu disebut tidak menemukan titik temu dalam sejumlah isu penting, termasuk program nuklir dan status Selat Hormuz.

Kedua pihak masih terikat kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang berlaku sejak 7 April waktu Washington DC. Namun, di tengah situasi tersebut, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir disebut telah memerintahkan persiapan untuk kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran.

Media Israel, Ynet, melaporkan IDF sudah memulai persiapan struktural untuk menyusun operasi baru. Intelijen militer dikabarkan tengah membuat daftar target serangan yang berfokus pada instalasi militer Iran. Sementara itu, Angkatan Udara Israel juga disebut menyiapkan paket serangan meski keputusan akhir belum diambil.

Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi mengatakan negosiasi selama 21 jam itu tidak menghasilkan kesepakatan. Menurut dia, pertanyaan utama dalam pembicaraan adalah apakah Iran benar-benar berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.

"Kami belum melihat komitmen itu. Kami berharap akan melihatnya," kata Vance.

Ia menambahkan, AS telah membawa tawaran yang dinilai sederhana dan terbaik, namun Iran menolaknya. Vance juga menegaskan bahwa Washington sudah menjelaskan batasan-batasan yang tidak dapat dinegosiasikan, termasuk soal senjata nuklir.

Sementara itu, Iran berulang kali membantah memiliki niat mengembangkan senjata nuklir. Pemerintah Iran menyatakan ingin melanjutkan pengayaan uranium untuk tujuan sipil, seperti energi, dan bersedia program nuklirnya diawasi lembaga internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan masih ada dua atau tiga isu yang belum disepakati kedua pihak. Ia menyebut pembicaraan sempat menghasilkan pemahaman dalam sejumlah poin, tetapi gagal mencapai kesepakatan akhir.

Baghaei tidak merinci isu yang dimaksud, namun menyebut pembahasan mencakup Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya