Kilang Minyak di Geelong Meledak, Australia Waspadai Risiko Kelangkaan Bensin

16 Apr 2026 • 14:49 iMedia

MEDIAHUB.ID – Kebakaran besar melanda kilang minyak penting di Geelong, Australia, setelah serangkaian ledakan pada Rabu malam, 15 April 2026 waktu setempat. Insiden ini memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar nasional karena fasilitas tersebut menjadi salah satu dari hanya dua kilang yang masih beroperasi di Australia.

Mengutip laporan AFP pada Kamis, 16 April 2026, api yang menjulang hingga sekitar 60 meter diduga dipicu kebocoran gas yang sangat mudah terbakar. Kobaran api kemudian membesar setelah beberapa ledakan terjadi dan masih terus menyala hingga keesokan harinya.

Petugas menyebut kebakaran itu sangat ganas karena bermula dari api kecil sebelum berkembang menjadi ledakan besar. Kilang milik perusahaan energi Viva tersebut menyumbang sekitar 10 persen produksi bahan bakar Australia dengan kapasitas mencapai 120.000 barel per hari.

Bagian yang paling terdampak adalah unit produksi bensin beroktan tinggi. Sementara itu, fasilitas lain seperti produksi bahan bakar jet dan diesel berhasil diamankan melalui sistem isolasi.

Menteri Energi Australia, Chris Bowen, menegaskan dampak utama kejadian ini akan terasa pada produksi bensin. Ia juga mengakui peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang kurang tepat.

“Ini tidak bagus. Waktunya tidak tepat, bukan?” ujarnya kepada media nasional.

Pemerintah kemudian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan. Bowen menekankan pentingnya menjaga konsumsi tetap wajar agar tidak memicu kepanikan di tengah potensi gangguan pasokan.

Secara struktural, Australia memang rentan terhadap gangguan energi karena hanya memiliki sedikit kilang domestik dan sangat bergantung pada impor. Saat ini, cadangan bensin diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 38 hari, jauh di bawah standar minimum 90 hari.

Kondisi tersebut diperburuk oleh situasi global, terutama terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah. Jalur ini merupakan salah satu rute terpenting bagi pasokan energi dunia.

Meski belum ada kebijakan pembatasan distribusi, pemerintah mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar, termasuk dengan memanfaatkan transportasi umum, guna menjaga stabilitas pasokan hingga situasi kembali normal.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya