Habib Rizieq: FPI Tetap Dukung Gerakan Mahasiswa dan Buruh, Waspadai Penunggang Aksi

17 Apr 2026 • 00:03 iMedia

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menegaskan organisasinya tetap berpegang pada prinsip amar makruf nahi munkar dan mendukung perjuangan mahasiswa serta buruh selama dilakukan untuk kepentingan yang benar.

Menurut Rizieq, FPI tidak berubah dalam prinsip, tetapi perlu memperbaiki cara bergeraknya agar tidak mudah tertipu atau disusupi pihak lain di tengah jalan.

“Pokoknya selama jalan mahasiswa, buruh, betul, bukan untuk kepentingan kelompok, kita dukung. Jadi maaf, bukan FPI berubah, bukan! FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” ujar Rizieq saat menjawab pertanyaan pengurus aliansi BEM Se-Indonesia, dikutip dari kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Jumat, 17 April 2026.

Ia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak ditunggangi pihak-pihak yang memiliki kepentingan tersendiri.

“Saya nggak mau, adik-adik mahasiswa yang saya cintai, yang saya sayangi ditunggangi oleh orang-orang yang nggak jelas,” katanya.

Menanggapi anggapan bahwa FPI kini lebih tenang atau pasif, Rizieq menyebut organisasi itu hanya sedang menunggu perkembangan situasi. Ia menyampaikannya dengan istilah bergaya satir.

“Bukan cooling down, emang lagi gelar tiker, lagi nonton. Nonton apa? Buaya sama buaya lagi ribut. Alhamdulillah,” ucapnya, yang disambut tawa audiens.

Rizieq kemudian meminta mahasiswa tetap menjaga semangat perjuangan, namun tetap waspada agar tidak menjadi korban kepentingan politik.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi ajakan untuk mendorong Presiden Prabowo Subianto mundur yang disebut-sebut disuarakan oleh Saiful Mujani dan Islah Bahrawi. Menurutnya, aspirasi semacam itu sah-sah saja selama disampaikan dengan argumentasi yang kuat.

“Ada tuntutan-tuntutan supaya presiden mengundurkan diri. Sah-sah saja. Silakan. Mahasiswa minta presiden mundur, silakan! Yang penting berikan argumentasi yang bagus supaya rakyat bisa memahami argumentasi tadi,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap provokator dan pihak yang dinilai tidak konsisten dalam sikap politiknya.

“Tapi hati-hati dengan provokator. Saya lihat sekarang ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termul. Sudahlah. Yang kemarin bela presiden yang lalu rezimnya abis-abisan. Jual angka, jual survei, tahu-tahu sekarang teriak-teriak mau kudeta, siapa yang percaya?” tegas Rizieq.

Sumber: RMOL

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya