Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Mertua karena Ditolak Rujuk, 1 Tewas

05 Apr 2026 • 06:22 Redaksi

MEDIAHUB.ID – Seorang pria berinisial W (63), warga Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga membakar mantan istri dan mantan mertuanya karena sakit hati ajakan rujuknya ditolak. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, mantan mertua pelaku berinisial M (86) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif. Sementara mantan istri pelaku, S (54), masih dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius di sekujur tubuh.

Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitno mengatakan, pelaku masuk ke rumah korban secara diam-diam saat keduanya tengah tidur di kamar yang sama. Pelaku kemudian menyiramkan bahan bakar minyak jenis pertalite ke tubuh korban dan langsung menyulutnya dengan api.

"Pelaku masuk diam-diam, lalu menyiram korban dengan pertalite dan membakarnya saat mereka tidur," kata AKP Dwi Prayitno.

Teriakan korban membangunkan warga sekitar. Warga kemudian membantu mengevakuasi kedua korban ke RSUD Raden Ajeng Kartini. Namun, nyawa M tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat malam.

Informasi dari warga menyebut, pelaku dan S sudah bercerai karena kerap terlibat cekcok rumah tangga. Pelaku diduga sempat mengajak korban rujuk, namun ajakan itu ditolak. Penolakan tersebut disebut dipicu karena S diduga telah menjalin hubungan dengan pria lain.

Setelah kejadian, pelaku tidak sempat kabur jauh. W ditemukan warga bersembunyi di sudut kamar rumah korban. Ia juga diduga mencoba bunuh diri dengan meminum obat serangga.

"Saat ditangkap, pelaku mengalami muntah-muntah dan mulut berbusa. Warga kemudian melarikannya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," kata seorang tetangga korban, Hoyi Lestari.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Jepara. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti. Pelaku terancam dijerat pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan penganiayaan berat.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya