Latihan Militer Besar IRGC di Tengah Ketegangan dengan AS
MediaHub – Garda Revolusi Iran (IRGC) melaksanakan latihan militer yang signifikan di pantai selatan Iran pada Selasa (24/2), seiring meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa berbagai unit dari Pasukan Darat IRGC ikut serta dalam Latihan Gabungan 1404, yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul.
Latihan ini menampilkan teknologi modern serta penerapan taktik terbaru. Seminar ini berlangsung hanya satu pekan setelah Angkatan Laut IRGC juga menggelar latihan besar di Selat Hormuz, yang diawasi langsung oleh Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah AS mengerahkan beberapa kapal induk dan pesawat pengebom ke Teluk Persia dalam beberapa minggu terakhir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa opsi militer akan dipilih jika perundingan terkait program nuklir tidak mencapai kesepakatan yang diinginkan.
Pada Kamis mendatang, putaran ketiga perundingan tidak langsung yang dimediasi oleh Oman dijadwalkan berlangsung di Jenewa, di mana Iran diperkirakan akan mengajukan rancangan program nuklirnya kepada AS.
Dalam latihan yang dilaksanakan di Iran selatan tersebut, IRGC mengerahkan drone dan amunisi jelajah. Rudal balistik Rezvan dilaporkan memiliki kemampuan integrasi data sasaran dengan drone bunuh diri Shahed-136, yang memungkinkan serangan presisi terhadap target tertentu.
Dengan dukungan data navigasi dari unit rudal, drone tersebut berhasil menghantam sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Pasukan khusus IRGC juga melaksanakan operasi simulasi untuk mencegah potensi serangan musuh mendekati garis pantai dengan dukungan artileri dan serangan dari pantai ke laut.
Brigjen Mohammad Karami, Komandan Pasukan Darat IRGC, menyatakan bahwa seluruh unit telah menjalankan tindakan yang telah direncanakan sebelumnya, mencakup berbagai sektor seperti rudal, artileri, drone, dan unit mekanis.
Pada latihan terpisah yang berlangsung pada Kamis, unit rudal Pasukan Darat IRGC menguji sistem baru dengan jangkauan yang beragam, di mana salah satu rudal berhasil diluncurkan dan menghantam target yang berbeda dari lokasi asal.
Para komandan IRGC menegaskan bahwa sistem baru ini dilengkapi dengan navigasi canggih, memiliki akurasi tinggi, serta mampu membawa hulu ledak yang efektif dalam menembus konvoi dan posisi pertahanan musuh.
Brigjen Mohammad Hadi Sefidchian juga mengungkapkan bahwa langkah-langkah pertahanan pasif diterapkan, termasuk dalam domain peperangan elektronik. Meskipun perundingan nuklir masih berlangsung, ketegangan terus menyelimuti kawasan, dengan kedua pihak bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi militer.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
