Pemeriksaan Ahmad Dedi Dinilai Bisa Ungkap Dugaan Jaringan Mafia Bea Cukai

09 May 2026 • 02:20 iMedia

MEDIAHUB.ID – Pemeriksaan mantan pejabat Bea dan Cukai Ahmad Dedi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan praktik mafia lama di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menilai langkah KPK menunjukkan keseriusan dalam menelusuri jaringan impor yang diduga selama ini bermain di sektor kepabeanan.

“KPK sudah terlihat komitmennya untuk membongkar orang-orang yang menurut analisa kami mafia bea cukai. Sebab dia (Dedi) mantan orang dalam yang walau sudah pensiun masih mampu memiliki pengaruh,” kata Iskandar di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia menilai mafia di sektor kepabeanan sulit diberantas karena melibatkan oknum yang memahami detail mekanisme dan celah pengawasan di internal Bea Cukai.

“Kami yakin mafia itu dari unsur oknum-oknum Bea Cukai, sebab mereka yang lebih paham mekanisme dan antitesanya,” ujarnya.

Iskandar juga meminta KPK menelusuri kemungkinan keterkaitan Ahmad Dedi dengan lingkar kekuasaan. Menurut dia, jika benar masih memiliki posisi strategis di sekitar pemerintahan, hal itu berpotensi dipakai untuk menjaga keberlanjutan praktik mafia impor.

“Kalau itu benar, dia terlihat mengambil posisi untuk keberlanjutan bisnis mafia tersebut agar tetap eksis di pusaran itu,” tegasnya.

Ia berharap KPK tidak berhenti pada pemeriksaan saksi, tetapi juga membongkar jaringan besar mafia impor yang disebut telah berlangsung lama dan merugikan banyak pelaku usaha.

“Idealnya diterapkan juga pasal pemerasan supaya para forwarder yang selama ini dirugikan mau ikut membongkar jaringan mafia yang sudah lama bermain,” tutupnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya