Komunikasi Publik Menteri PPPA Dinilai Tak Menyelesaikan Persoalan
MEDIAHUB.ID – Komunikasi publik Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi dalam merespons insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dinilai tidak tepat dan tidak menjawab persoalan utama.
Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mengatakan usulan memindahkan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta bukanlah solusi yang relevan.
“Ketika ibu mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian, ini tidak menyelesaikan persoalan, tidak relevan, dan bahkan absurd,” kata Neni di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Neni juga mempertanyakan pemahaman Menteri Arifah terhadap konsep kesetaraan gender. Menurut dia, isu perlindungan perempuan tidak bisa dipisahkan dari kepentingan semua penumpang, termasuk laki-laki.
“Bahwa ketika kita bicara kepentingan perempuan maka di dalamnya juga menyangkut kepentingan laki-laki,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai representasi negara, Menteri PPPA semestinya memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan seluruh warga tanpa membedakan gender. Menurut dia, negara harus hadir dengan solusi yang bersifat sistemik, bukan sekadar teknis.
“Sebagaimana tertera dalam UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian. Dan negara itu harusnya hadir dengan solusi sistemik bukan solusi teknis yang tidak nyambung seperti ini,” tegasnya.
Neni pun mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang lebih empatik dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Ia juga menyinggung latar belakang pendidikan Menteri Arifah yang merupakan alumni Magister Komunikasi, sehingga dinilainya semestinya mampu menyampaikan pesan yang lebih substansial ke ruang publik.
Sebelumnya, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengusulkan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian sebagai langkah mitigasi pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Ia menyebut gerbong laki-laki bisa ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian.
Usulan itu disampaikan Arifah setelah melihat komposisi korban perempuan dalam insiden tersebut.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
