Rupiah Melemah, Ekonom Nilai Faktor Domestik Juga Perlu Diperhatikan
MEDIAHUB.ID – Ekonom Bank Permata Joshua Pardede menilai pelemahan rupiah tidak semata-mata disebabkan oleh situasi global. Menurut dia, tekanan terhadap mata uang domestik juga perlu dilihat dari faktor dalam negeri.
Joshua menyampaikan, rupiah memang melemah terhadap sejumlah mata uang asing seperti won Korea Selatan, yen Jepang, peso Filipina, dolar Hong Kong, hingga yuan China. Satu-satunya penguatan tercatat terhadap rupee India, yakni sebesar 0,8 persen.
“Yang paling dalam kita melemah terhadap ringgit Malaysia (8 persen), lalu yang kedua terhadap dolar Singapura (6,3 persen), yang berikutnya terhadap Hong Kong (5,2 persen), baru terhadap yuan,” kata Joshua di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia juga menyebut rupiah melemah 5,7 persen sepanjang tahun ini terhadap dolar AS. Menurut dia, pelemahan tersebut lebih dalam dibandingkan penguatan indeks dolar AS atau DXY yang hanya sekitar 0,9 persen secara year to date.
“Kalau kita lihat sebenarnya DXY penguatannya tidak banyak, hanya sekitar 0,9 persen. Tapi rupiah melemahnya hampir 5 persen lebih,” ujarnya.
Joshua meminta pemerintah tidak terus-menerus mengaitkan pelemahan rupiah hanya dengan faktor global. Ia menilai pertanyaan soal adanya persoalan domestik juga perlu dijawab secara terbuka.
“Jadi jangan terus menyalahkan global. Dan jangan marah-marah ketika wartawan menanyakan apakah ada masalah domestik,” tegasnya.
Meski begitu, Joshua mengakui ada faktor musiman yang turut mendorong kenaikan permintaan dolar AS pada kuartal II-2026. Salah satunya berasal dari pembayaran dividen perusahaan terbuka yang umumnya dilakukan pada Mei.
“Listed companies banyak yang bayar dividen di bulan Mei. Jadi wajar ada peningkatan permintaan dolar di kuartal kedua,” katanya.
Selain itu, permintaan valuta asing juga meningkat seiring musim haji yang mendorong kebutuhan transaksi dalam mata uang asing. Karena itu, Joshua mendorong penguatan penggunaan Local Currency Transaction (LCT) agar ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional dapat dikurangi.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
