Pemprov DKI Jakarta Ciptakan Solusi untuk Kemacetan di Tanjung Priok
MediaHub – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah proaktif untuk menangani masalah kemacetan yang sering terjadi di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara setelah momen lebaran.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa mereka telah menjalin kesepakatan strategis dengan Pelindo untuk memberikan fasilitas parkir darurat yang diperlukan.
“Dari pengalaman tahun lalu, ketika Tanjung Priok mengalami kemacetan serius, kami bekerja sama dengan Pelindo secara diam-diam. Kami memberikan ruang seluas 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk dijadikan tempat parkir,” ungkap Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (31/3).
Pramono menilai bahwa penambahan lahan parkir ini telah menunjukkan hasil yang positif dalam meredakan antrian kendaraan berat yang seringkali menghambat arus lalu lintas di Jakarta Utara.
Lahan parkir baru ini mampu menampung banyak peti kemas, yang semakin memperlancar aktivitas operasional pascalibur panjang. “Saat ini, aktivitas di Tanjung Priok pasca Lebaran berjalan dengan lancar dan normal. Lahan tersebut bisa menampung sekitar 200 kontainer,” jelasnya.
Selain itu, demi mendukung kelancaran distribusi logistik di tingkat nasional serta mencegah kerugian yang lebih besar, pemerintah daerah memutuskan untuk tidak memungut biaya atas penggunaan lahan terminal ini.
Pramono menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi kerugian ekonomi yang akan terjadi jika kemacetan seperti tahun lalu kembali terulang. “Kami rela menggratiskan lahan ini untuk Pelindo, karena biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan sangat tinggi,” tuturnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
