Blok Mahakam Tambah Produksi Gas untuk Perkuat Stok Energi Nasional

17 Apr 2026 • 23:48 iMedia

MEDIAHUB.ID – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi migas domestik secara berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan lewat tambahan produksi gas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (SNB AOI 1-3-5) di Wilayah Kerja Mahakam.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan peningkatan produksi Blok Mahakam menjadi langkah konkret perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia.

“Pertamina secara konsisten mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi,” ujar Baron dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 16 April 2026.

Tambahan produksi gas tersebut berasal dari keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak usaha Subholding Upstream Pertamina, dalam mengoperasikan Platform WPN-7 yang mencakup sumur NB-701 dan NB-702 di lapangan lepas pantai Sisi Nubi, Kalimantan Timur.

Pada tahap awal, sumur NB-701 mencatat produksi 9,8 MMSCFD sejak 25 Maret 2026, kemudian disusul sumur NB-702 dengan produksi 12,5 MMSCFD pada 26 Maret 2026.

Dengan capaian itu, WPN-7 menjadi platform ketiga yang telah berproduksi dari total enam platform yang direncanakan dalam pengembangan Proyek SNB AOI 1-3-5. Produksi dari kedua sumur tersebut selanjutnya akan terus dioptimalkan melalui proses monitoring dan stabilisasi untuk mencapai target awal 20 MMSCFD secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Pertamina telah lebih dulu mengoperasikan Platform WPS-4 pada 4 Desember 2025 dan WPS-5 pada 23 Februari 2026. Rangkaian capaian ini menunjukkan progres pengembangan lapangan yang konsisten, terintegrasi, dan tepat waktu.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan global, Pertamina tetap fokus menjalankan perannya sebagai penggerak utama ketahanan energi nasional. Kami akan terus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat,” kata Baron.

Pertamina menyatakan komitmennya untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya