Wadirut Pertamina Uraikan Peran Vital NOC dalam Menjaga Kedaulatan Energi

22 May 2026 • 14:26 iMedia

MEDIAHUB.ID – Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan bahwa perusahaan minyak milik negara atau National Oil Company (NOC) memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Oki, peran tersebut semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar energi global. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk “Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience” pada rangkaian IPA Convex ke-50 di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Oki menjelaskan, NOC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan, tetapi juga memikul mandat negara untuk memastikan pasokan energi tetap aman. Karena itu, strategi pengembangan energi tidak bisa bertumpu pada minyak saja, melainkan juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang lebih terjangkau dan beremisi lebih rendah.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah yang kuat agar proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan optimal. Menurutnya, keberhasilan proyek LNG Mozambique yang didukung penuh Pemerintah Jepang melalui berbagai instrumen negara menjadi contoh bagaimana kebijakan, pembiayaan, asuransi, dan kepastian pasar dapat membuat proyek energi menjadi layak secara komersial.

“Dengan begitu, NOC dapat menjalankan mandat ketahanan energi secara lebih efektif, namun tetap menjaga disiplin investasi,” ujar Oki.

Selain itu, Oki menyinggung adanya kesenjangan antara kapasitas pengolahan kilang domestik dan produksi minyak mentah nasional. Saat ini, kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah nasional baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Untuk menutup celah tersebut, Pertamina terus mendorong peningkatan produksi migas domestik dan memperluas portofolio internasional secara selektif guna menjaga pasokan bagi kebutuhan dalam negeri.

Dengan posisi sebagai perusahaan energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company (IOC). Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko investasi sekaligus mempercepat alih teknologi.

Di akhir pemaparannya, Oki menyebut kawasan ASEAN sebagai salah satu magnet utama investasi energi global. Stabilitas politik, dukungan regulasi yang ramah investor, serta pertumbuhan permintaan energi dinilai membuat kawasan ini semakin menarik.

“ASEAN menjadi kawasan yang sangat menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar dan pertumbuhan permintaan energi yang kuat. Bahkan sekitar 50 persen pertumbuhan permintaan energi global berasal dari kawasan ini,” kata Oki.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya