Pelemahan Rupiah Dinilai Tekan Daya Beli Masyarakat dan Sektor Riil
MEDIAHUB.ID – Posisi moneter Indonesia tengah berada di bawah tekanan. Dalam empat bulan berturut-turut sejak Januari, cadangan devisa Indonesia terus mengalami penurunan. Di saat yang sama, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026 untuk menjaga nilai tukar rupiah dari guncangan eksternal.
Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy menilai pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga merembet ke sektor riil. Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Ichsanuddin, kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat sekaligus melemahkan UMKM dan pelaku usaha. Penyebabnya, harga barang impor, bahan baku industri, energi, dan pangan berpotensi ikut naik.
Ia juga menyoroti angka Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia pada pertengahan Mei yang turun dari 50,1 menjadi 49,1, atau berada di bawah ambang netral 50. Menurutnya, hal itu menunjukkan aktivitas produksi mulai melambat.
“Artinya, roda mesin produksi kita perlahan-lahan berhenti,” kata Ichsanuddin.
Selain itu, perbankan RI mencatat undisbursed loan atau kredit yang belum dicairkan mencapai Rp2.527,46 triliun. Menurut Ichsanuddin, banyak pengusaha telah memperoleh fasilitas kredit, tetapi belum berani memanfaatkannya karena ketidakpastian ekonomi.
“Ketidakpastian itu karena bahan bakunya impor, dan ini berdampak pada biaya produksi,” ujarnya.
Noorsy menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penarikan likuiditas semakin menekan sektor riil, terutama UMKM. Kondisi tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) UMKM yang mencapai 4,61 persen, mendekati batas maksimum, sementara NPL korporasi hanya 1,6 persen.
Di sisi lain, saat UMKM tengah tertekan, penyaluran kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi dinilai cenderung lebih banyak mengalir ke korporasi besar.
“Makanya saya bilang, dibandingkan fiskal dan moneter, sektor riil yang terpukul,” kata Ichsanuddin.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
