PSI Masih Berada di Elektabilitas Rendah Meski Ditopang Nama Jokowi

17 Apr 2026 • 00:02 iMedia

MEDIAHUB.ID – Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam survei terbaru Poltracking Indonesia berada di angka 1,2 persen dan menempati urutan ke-10.

Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai pengaruh mantan Presiden Joko Widodo belum mampu mengangkat elektabilitas partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

“Kita lihat dari hasil survei itu bahwa Jokowi sudah tidak lagi bertaji, PSI rontok dan tetap menjadi partai gurem. Ini artinya cawe-cawe Jokowi untuk membesarkan partai ini gagal,” kata Jerry dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Kamis malam, 16 April 2026.

Menurut dia, dengan elektabilitas 1,2 persen, PSI belum cukup kuat untuk lolos ke parlemen. Padahal, partai tersebut sebelumnya membangun narasi siap menyasar pemilih di daerah padat penduduk, termasuk Jawa Tengah sebagai salah satu basis utama.

“Jadi era Jokowi sudah habis. Dia mau guling-guling dan cawe-cawe tapi publik sudah cerdas membandingkan mana yang tulus dan yang bulus serta fulus. Gaya dan metode politik pencitraan Jokowi sudah tak laku lagi,” ujar Jerry.

Selain Jokowi, masuknya mantan pentolan Partai NasDem, Ahmad Ali, juga dinilai belum memberi dampak besar terhadap elektabilitas PSI di panggung politik nasional.

“Jadi masuknya Jokowi dan Ahmad Ali belum mampu menaikkan elektabilitas partai, lebih baik mereka istirahat dan pensiun,” pungkasnya.

Sumber: RMOL

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya