Motor MBG Disebut Mirip Produk di Alibaba, Dugaan Markup Picu Sorotan Publik
MEDIAHUB.ID – Proyek pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kreator konten Aryo Pamungkas mengunggah video yang memunculkan dugaan adanya penggelembungan harga atau markup pada pengadaan kendaraan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Isu itu mencuat setelah warganet membandingkan spesifikasi motor listrik Emmo JVX GT yang digunakan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan produk serupa yang dijual di platform e-commerce global, Alibaba. Perbedaan harga yang dinilai cukup jauh memicu desakan agar proyek tersebut diaudit secara menyeluruh.
Dalam narasinya, Aryo menyebut motor listrik trail operasional MBG itu diduga merupakan hasil rebranding dari produk asal China, Kollter ES1-X Pro. Ia mengklaim telah membandingkan spesifikasi kedua produk dengan bantuan kecerdasan buatan dan menemukan banyak kemiripan.
“Ternyata, motor listrik trail MBG yang katanya dibanderol Rp42 juta, netizen sudah menemukan motor aslinya di Alibaba. Impor dari Cina dengan harga kisaran Rp10 jutaan saja,” ujar Aryo dalam video tersebut.
Jika mengacu pada perbandingan itu, selisih harga yang muncul mencapai sekitar Rp32 juta per unit. Aryo kemudian menghitung potensi nilai dari pengadaan 21.800 unit motor, yang menurut perhitungannya bisa menghasilkan margin hingga sekitar Rp600 miliar.
Di sisi lain, Kollter ES1-X Pro bukanlah nama baru di pasar otomotif global. Motor listrik bergaya trail tersebut telah dipasarkan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Secara visual, kendaraan ini memang tampak mirip dengan Emmo JVX GT yang digunakan BGN, terutama pada desain rangka dan ground clearance yang mencapai 320 mm.
Namun, jika ditelusuri lebih jauh, varian yang dipasarkan di luar negeri disebut memiliki spesifikasi teknis dan performa yang berbeda. Terkait harga yang ramai dibicarakan, nilai jual Kollter ES1-X Pro di Amerika Serikat justru berada di kisaran USD7.499 hingga USD7.698, atau sekitar Rp127 juta hingga Rp130 jutaan.
Karena itu, klaim bahwa motor serupa dijual seharga Rp10 juta di Alibaba perlu dicermati. Ada kemungkinan harga tersebut hanya untuk komponen dasar seperti sasis tanpa baterai dan motor penggerak, atau merupakan harga grosir untuk pesanan dalam jumlah besar.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa unit yang digunakan di Indonesia memakai merek Emmo sebagai merek lokal. Sementara untuk pasar lain seperti Tiongkok, Eropa, dan Amerika, pabrikan yang sama menggunakan nama Tinbot atau Kollter.
Meski berasal dari desain yang serupa, Dadan menegaskan spesifikasi yang dipesan untuk operasional di Indonesia telah disesuaikan dengan kebutuhan domestik.
Sumber: jawapos
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
