Cara Cerdas Memilih Tontonan Anak agar Seru dan Tetap Edukatif
MEDIAHUB.ID – Orang tua di Indonesia kini semakin selektif dalam memilih tontonan digital yang berkualitas untuk anak. Selain sebagai hiburan, tayangan juga dipandang dapat menjadi media pembelajaran karakter dalam keseharian.
Salah satu contoh yang banyak dibicarakan adalah serial animasi lokal Nussa. Sejak hadir pada 2018, serial ini dinilai mampu menyampaikan nilai moral secara alami tanpa kesan menggurui penonton anak.
Pendekatan cerita yang menarik, ditambah unsur musikal, membuat pesan-pesan edukasi lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Di tengah kemudahan akses ke berbagai platform digital, orang tua menghadapi tantangan baru. Pilihan tontonan kini sangat luas, sehingga peran orang tua sebagai kurator konten menjadi semakin penting. Setiap menit yang dihabiskan anak di depan layar juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka.
Pertanyaannya, bagaimana menyampaikan pelajaran moral tanpa membuat anak merasa sedang diceramahi?
Jawaban menarik terlihat dari kesederhanaan cerita dalam Nussa dan Rarra. Serial ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, adab, rasa syukur, dan kebiasaan berdoa bisa dikemas secara ringan dan mudah diterima anak.
Kekuatan utamanya terletak pada pendekatan yang tidak menggurui. Anak-anak tidak hanya menerima pesan secara satu arah, melainkan diajak mengikuti kehidupan karakter Nussa dan Rarra dalam berbagai situasi sehari-hari yang dekat dengan pengalaman mereka.
Ada beberapa alasan mengapa pendekatan ini efektif. Pertama, nilai-nilai yang disampaikan terasa natural karena muncul dari alur cerita, bukan dari instruksi yang kaku. Kedua, unsur musikal membuat pesan kebaikan lebih melekat karena dibalut lagu-lagu yang ringan dan mudah diingat. Ketiga, anak diposisikan sebagai subjek yang belajar melalui pengalaman karakter, bukan sekadar penonton pasif.
Menurut Herry Budiazhari Salim, CEO Visinema Studios, kunci konten anak yang baik adalah menghadirkan pesan melalui pengalaman karakter, bukan melalui ceramah langsung.
Dengan demikian, memilih tontonan anak bukan hanya soal seberapa seru tayangannya, tetapi juga tentang nilai apa yang mereka serap selama menonton.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
