Sinergi Konten dan Belanja Dorong Penjualan Brand Elektronik hingga 200 Persen

18 Apr 2026 • 22:10 iMedia

MEDIAHUB.ID – Aktivitas belanja berbasis konten terus menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai transaksi e-commerce di Tanah Air mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026.

Momentum tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha di ekosistem terintegrasi Tokopedia dan TikTok Shop. Melalui kampanye Tokopedia Super Brand Day selama Ramadan, sejumlah brand elektronik seperti TCL, vivo, dan Simplus mencatat pertumbuhan bisnis signifikan, bahkan ada yang menembus lebih dari 200 persen.

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, ekosistem terintegrasi membantu pelaku usaha mengubah pencarian konten menjadi transaksi nyata.

“Dukungan TikTok berupa kekuatan penemuan dan komunitas yang disinergikan dengan fitur, kampanye, serta wawasan pasar dari Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan brand merancang strategi yang lebih efektif dalam menjangkau konsumen,” kata Stephanie di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menambahkan, melalui kanal Mall di Tokopedia dan TikTok Shop yang berisi brand resmi, masyarakat dapat memperoleh pengalaman belanja aman dengan garansi produk 100 persen asli serta gratis ongkir.

TCL Indonesia menyebut mereka memanfaatkan data dari pusat penjual terintegrasi untuk melihat tingginya permintaan produk televisi dan kulkas. Strategi peluncuran produk baru yang didukung konten konsisten membuahkan hasil positif, dengan pesanan naik 175 persen dan nilai transaksi melonjak 212 persen.

“Persiapan menuju periode dengan trafik tinggi kami lakukan secara matang. Fitur dan kampanye ini membantu kami jualan nyaman karena bisa membaca pasar dengan tepat,” ujar perwakilan TCL Indonesia.

Vivo Indonesia juga mencatat hasil serupa setelah menjalankan strategi menyeluruh. Selain merilis seri terbaru seperti vivo V70 dan iQOO 15R, perusahaan ini memperluas kapasitas gudang di Jakarta dan Surabaya. Hasilnya, penjualan meningkat hingga 259 persen.

“Fitur seperti Seller Center terpadu dan LIVE streaming telah mempertajam strategi bisnis kami, sekaligus meningkatkan visibilitas secara signifikan,” kata Kevin Aditya Riyanto, Head of E-Commerce vivo Indonesia.

Sementara itu, Simplus mengandalkan penempatan produk yang strategis dengan memanfaatkan fitur flash sale dan analisis produk terlaris. Strategi tersebut membantu mereka mendorong penjualan produk air purifier dan penyejuk ruangan, dengan pertumbuhan mencapai 122 persen.

“Pusat penjual terintegrasi ini mempermudah kami melakukan riset pasar dan menentukan fitur yang efektif untuk mendorong penjualan,” ujar Jack, CEO Simplus.

Keberhasilan tiga brand tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengoptimalkan fitur digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pengalaman mereka juga dirangkum dalam Perpustakaan Studi Kasus Tokopedia & TikTok Shop sebagai panduan bagi praktisi pemasaran dan media.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya