Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan dari Dinamika Global
MediaHub – Nilai tukar rupiah dibuka pada posisi Rp16.970 per dolar AS di hari Senin, 16 Maret. Mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terlihat beragam. Yen Jepang menguat sebesar 0,18 persen, sedangkan baht Thailand turun 0,38 persen. Di sisi lain, yuan China menunjukkan penguatan sebesar 0,06 persen, sementara peso Filipina melemah 0,21 persen, dan won Korea Selatan naik tipis sebesar 0,12 persen.
Di awal pembukaan hari ini, dolar Singapura tercatat menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong mengalami penurunan sebesar 0,03 persen.
Berbeda dengan mata uang di Asia, mata uang utama negara maju menunjukkan tren positif. Euro Eropa naik sebesar 0,25 persen, poundsterling Inggris menguat 0,19 persen, dan franc Swiss juga mengalami kenaikan 0,18 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing menguat sebesar 0,39 persen dan 0,05 persen.
Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, mengungkapkan bahwa penguatan dolar AS dan faktor geopolitik seperti ketegangan yang terjadi di Timur Tengah menjadi salah satu penyebab melemahnya rupiah. Kenaikan harga minyak yang tajam juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa rencana pemerintah untuk menerbitkan Perppu guna memperlebar defisit APBN yang lebih dari 3 persen dapat menjadi beban tambahan bagi nilai tukar rupiah. Di sisi lain, ada harapan bahwa Bank Indonesia akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah.
Hari ini, Lukman memprediksi pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
