Presiden Trump Gelar KTT Perdana Dewan Perdamaian di Washington
MediaHub – Hari ini, Kamis (19/2), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang perdana di Washington. Pertemuan ini diharapkan menjadi momen penting untuk membahas situasi di Jalur Gaza, Palestina, dan akan dihadiri oleh pemimpin dari berbagai negara yang tergabung dalam BoP.
Beberapa negara sudah mengonfirmasi kehadiran pejabat tinggi mereka, sementara ada juga yang memilih untuk tidak hadir dalam acara yang penuh kontroversi ini. Banyak pihak melihat BoP sebagai langkah yang dapat melemahkan otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mencemaskan potensi bias terhadap Israel, sekutu utama Amerika Serikat.
Sesuai laporan dari Al Jazeera, Gedung Putih telah resmi mengundang 50 negara untuk bergabung dalam Board of Peace. Dari jumlah tersebut, 35 negara menunjukkan ketertarikan, dan 26 negara telah resmi menjadi anggota pendiri. Namun, 14 negara menolak untuk menghadiri pertemuan ini.
Daftar Pemimpin yang Hadir
Berikut adalah pemimpin negara yang dipastikan hadir dalam KTT BoP:
- Presiden Indonesia Prabowo Subianto: Prabowo sudah tiba di Pangkalan Militer Andrews, AS sejak Selasa (17/2) dan akan membawa isu negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika.
- Menlu Israel Gideon Sa’ar: Sa’ar dijadwalkan menghadiri KTT BoP setelah sebelumnya mengikuti pertemuan Dewan Keamanan PBB.
- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif: Sharif juga telah berangkat ke Washington dan menjadi satu-satunya pemimpin dari Asia Selatan yang ikut serta.
- Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban: Orban menegaskan akan hadir dalam pertemuan perdana BoP, melihat pentingnya kehadirannya dalam konteks hubungan bilateral.
- Presiden Argentina Javier Milei: Milei memilih KTT BoP di atas kunjungan lainnya ke Florida, menekankan prioritasnya di forum internasional ini.
Negara-negara Arab dan Timur Tengah juga diharapkan untuk berpartisipasi. Negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan lainnya akan mengirimkan perwakilan. Komitmen mereka untuk mendukung hak Palestina disebut-sebut menjadi salah satu alasan kuat kehadiran mereka.
Dari Asia Tengah, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev juga diharapkan akan hadir. Negara-negara seperti Armenia dan Azerbaijan juga akan terlibat dalam pertemuan ini.
Namun, tidak semua anggota komunitas internasional akan hadir. Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyatakan bahwa tidak ada pejabat Kremlin yang dijadwalkan untuk hadir di acara ini. Selain itu, negara-negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol menolak undangan untuk bergabung menjadi anggota BoP.
Paus Leo XIV juga tidak menerima undangan untuk bergabung, menegaskan bahwa masalah krisis seharusnya ditangani oleh PBB. Dengan latar belakang yang kompleks ini, KTT BoP diharapkan bisa menjadi titik awal bagi dialog baru menuju solusi di Jalur Gaza.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
