Perbedaan Penetapan Idulfitri di Indonesia: Tarekat Syattariyah Ambil Langkah Awal

19 Mar 2026 • 03:05 iMedia

MediaHub – Di Indonesia, perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idulfitri kembali mencuat. Jemaah Tarekat Syattariyah yang berada di Ponorogo, Jawa Timur, melaksanakan Salat Idulfitri lebih awal daripada keputusan pemerintah. Langkah ini diambil berdasarkan metode hisab dan rukyat yang menjadi pegangan mereka, yang kerap kali berbeda dari hasil sidang isbat resmi pemerintah.

Pelaksanaan Salat Idulfitri ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah. Mereka percaya bahwa perhitungan yang dijalankan adalah sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh para ulama tarekat, yang telah menjadi tradisi yang terus dijaga dari tahun ke tahun. Dalam pandangan mereka, perbedaan ini merupakan bentuk ijtihad keagamaan yang sah, dan tidak perlu diperdebatkan, selama tetap berada dalam kerangka ajaran Islam.

Tarekat Syattariyah dikenal memiliki pendekatan khusus dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode yang mereka gunakan sering kali berdasarkan perhitungan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, jauh berbeda dengan pendekatan astronomi yang dipakai oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan variasi dalam waktu pelaksanaan hari-hari besar keagamaan di berbagai kawasan di Indonesia.

Sementara itu, pihak pemerintah, melalui Kementerian Agama, mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan yang ada dalam penetapan hari raya. Perbedaan tersebut dianggap sebagai bagian dari dinamika keagamaan Indonesia yang kaya, di mana berbagai komunitas dan organisasi memiliki pemahaman masing-masing dalam melaksanakan ibadah. Toleransi dan sikap saling menghargai sangat penting untuk menjaga keharmonisan di tengah keragaman ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan di Indonesia tidak bersifat monolitik, tetapi berkembang dalam berbagai tradisi dan pendekatan. Keberadaan tarekat seperti Syattariyah memperkaya spiritualitas Islam Nusantara, meskipun kadang menimbulkan perbedaan dalam pelaksanaan ibadah. Dalam hal ini, perbedaan waktu perayaan Idulfitri tidak hanya menggambarkan persoalan kalender, namun juga mencerminkan ragam cara umat Islam memahami dan melaksanakan ajaran agama.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya