Pelanggaran Hukum Internasional dan Ketegangan Global Menjadi Sorotan SBY
MediaHub – Dalam pernyataan terbaru, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai pelanggaran hukum internasional yang marak terjadi di tengah gejolak geopolitik saat ini.
Dalam Tokyo Conference 2026, SBY menegaskan bahwa, “Hukum internasional kini semakin diabaikan,” seperti yang disampaikan oleh Wasekjen Demokrat, Syahrial Nasution, pada Kamis (12/3).
Ia menggarisbawahi bahwa situasi yang kian tidak menentu bisa berpotensi memicu polarisasi, bahkan mengarah pada kemungkinan pecahnya perang dunia ketiga. Hal ini, menurut SBY, telah menciptakan ketidaknyamanan dalam tatanan internasional dan mengancam perdamaian global.
SBY mencatat beberapa insiden yang menunjukkan pelanggaran hukum internasional, termasuk serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Selain itu, konflik antara Rusia dan Ukraina serta tindakan AS terhadap Venezuela dan Iran terhadap negara-negara Teluk juga menjadi sorotan.
“Kekuasaan harus ada batasnya, dan kontrol atas kekuasaan dapat dilakukan melalui kekuasaan lain,” ujarnya. Dia mengingatkan bahwa dalam sejarah, kekuasaan cenderung disalahgunakan.
Dia juga menyerukan agar negara-negara di seluruh dunia bisa bersatu kembali demi kepentingan bersama yang lebih besar. Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat, terutama akibat aksi militer AS dan Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu.
Dalam waktu 13 hari, konflik ini telah mengklaim lebih dari 1.300 korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan itu. Kini, anaknya, Mojtaba Khamenei, menggantikan posisi tersebut dan dilaporkan terluka akibat serangan yang berlangsung.
Dalam perkembangan lainnya, Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersiap untuk menyerang aset ekonomi AS di negara-negara Timur Tengah, menyusul serangan yang menghancurkan bank di Teheran. Komando militer Iran menyatakan bahwa target mereka mencakup bank-bank yang berhubungan dengan AS dan rezim zionis.
“Musuh telah memberi kami kebebasan untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat,” bunyi pernyataan militer Iran yang dikutip AFP, Rabu (11/3).
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
