PBB Desak Israel Hentikan Perluasan Permukiman di Tepi Barat

18 Mar 2026 • 02:28 iMedia

MediaHub – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel untuk segera menghentikan ekspansi permukiman di Tepi Barat yang semakin meluas. Dalam laporan terbaru, PBB mengungkapkan keprihatinan serius mengenai ‘pembersihan etnis’, yang mana lebih dari 36.000 warga Palestina telah terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam satu tahun terakhir.

Laporan yang diterbitkan oleh kantor hak asasi manusia PBB ini menganalisis perkembangan selama 12 bulan hingga 31 Oktober 2025, dan memperingatkan bahwa aneksasi oleh Israel serta perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat telah memicu pengungsian masal yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Pengungsian lebih dari 36.000 warga Palestina merupakan pengusiran yang dilarang menurut hukum kemanusiaan internasional,” tulis laporan tersebut, seperti yang dilansir oleh kantor berita AFP pada Selasa (17/3/2026).

PBB mencatat bahwa pengungsian ini, bersamaan dengan situasi di Gaza, tampaknya merupakan bagian dari kebijakan terkoordinasi Israel yang bertujuan untuk melakukan pemindahan paksa di wilayah yang diduduki, dengan risiko pembersihan etnis yang semakin nyata.

Lebih lanjut, laporan itu mengungkapkan bahwa Israel telah memberikan persetujuan untuk pembangunan 36.973 unit perumahan di permukiman Yerusalem Timur yang diduduki, serta sekitar 27.200 unit di wilayah Tepi Barat lainnya. Selain itu, 84 pos pemukiman baru telah didirikan, sehingga totalnya kini lebih dari 300 pos di Tepi Barat.

Saat ini, sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat, bersamaan dengan lebih dari 500.000 warga Israel yang menetap di permukiman dan pos yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Situasi di Tepi Barat sendiri telah memburuk sejak Israel menguasai wilayah tersebut pada tahun 1967, dengan angka kekerasan yang meningkat tajam setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak konflik berkepanjangan ini, laporan juga menunjukkan peningkatan serangan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa kekerasan ini telah mengakibatkan setidaknya 1.045 warga Palestina tewas, termasuk banyak yang merupakan militan, meskipun ada juga korban sipil. Di sisi lain, pihak Israel melaporkan 45 kematian di kalangan warga dan tentara mereka akibat serangan atau operasi militer yang dilakukan oleh Palestina.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya