Kirab Malam Selikuran Pakubuwono XIV Purboyo: Tradisi dan Modernitas
MediaHub – Kirab Malam Selikuran yang diadakan oleh Pakubuwono XIV Purboyo menarik perhatian banyak orang, terutama saat raja hadir dengan mobil Pajero putih berpelat nomor AD 20 GKR pada Senin, 9 Maret 2026. Kehadiran mobil di acara tradisional ini langsung menuai berbagai komentar dari netizen.
KPA Singonagoro, Juru Bicara Purboyo, menjelaskan bahwa penggunaan mobil adalah upaya untuk mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, sejak era Pakubuwono X, raja sudah menggunakan mobil dalam aktivitas sehari-hari. “Raja Karaton Surakarta selalu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan Pakubuwono X adalah yang pertama di Indonesia mengendarai mobil,” ujarnya saat dihubungi.
Tradisi Mobil di Kirab Malam Selikuran
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan perubahan ini, mengingat kirab biasanya identik dengan nuansa tradisional. Meskipun demikian, KPA Singonagoro menghargai setiap pendapat yang muncul. “Kami terbuka terhadap semua kritik dan masukan. Ini dapat menjadi pertimbangan untuk Karaton Surakarta di masa mendatang,” katanya.
Kirab yang juga dihadiri oleh ibunda Purboyo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono XIII, merupakan bagian dari upacara adat tahunan dalam rangka memperingati malam ke-21 Bulan Suci Ramadan. Dalam acara yang meriah ini, Purboyo mengikuti arak-arakan menuju Taman Sriwedari, berbeda dengan para abdi dalem yang berjalan kaki atau menunggang kereta kencana.
Hasil Bumi untuk Masyarakat
Setibanya di Taman Sriwedari, kirab yang mengusung hasil bumi disambut perwakilan Pemerintah Kota Solo, termasuk Wali Kota Respati Ardi. Setelah melakukan doa, hasil bumi tersebut dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Kanjeng Pangeran Aryo Adipati (KPAA) Nur Wijaya menjelaskan bahwa acara ini merupakan yang pertama kali diadakan di bawah kepemimpinan Pakubuwono XIV. “Acara ini dilakukan untuk merayakan malam Lailatul Qadar yang diyakini akan turun pada malam ganjil, termasuk malam ke-21 Ramadan. Kirab ini sebagai ungkapan syukur menjelang sepertiga terakhir bulan Ramadan,” ungkapnya.
PB XIV Purboyo tidak hanya memimpin kirab, tetapi juga berpartisipasi dalam pengajian yang berlangsung di Taman Sriwedari. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Solo yang telah mendukung acara tersebut.
Di akhir acara, kerabat serta masyarakat berharap kirab ini dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut dengan tetap menjaga elemen-elemen kearifan lokal sambil beradaptasi dengan zaman.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
