Tradisi Kebo Andil: Warisan Budaya dan Kebersamaan di Depok
MediaHub – Menjelang Hari Raya Idulfitri, warga Depok, Jawa Barat, dengan penuh semangat mempertahankan tradisi Kebo Andil sebagai salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai kebersamaan. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat dalam proses yang dimulai dari pengumpulan dana, pembelian kerbau, hingga penyembelihan dan pembagian daging secara kolektif.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa Kebo Andil merupakan tradisi yang lahir dari keterbatasan akses masyarakat untuk mendapatkan daging pada masa lalu. “Dahulu, pasar cukup jauh, sehingga daging menjadi barang langka bagi kami. Idulfitri adalah momen spesial, dan patungan menjadi solusi untuk menikmati daging bersama-sama,” jelas Supian pada Kamis (19/3) di Depok, kutip Antara.
Lebih jauh, Supian menguraikan bahwa Kebo Andil merupakan bentuk urunan warga untuk membeli seekor kerbau. Kerbau tersebut kemudian dipotong dan dagingnya dibagikan kepada semua peserta serta masyarakat sekitar. Tradisi ini menjadi simbol kuat kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Wali kota juga mengungkapkan apresiasinya terhadap tingginya antusiasme warga dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa rasa keguyuban dan solidaritas sosial masih tetap hidup di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan saat ini. “Tahun ini ada tujuh kerbau yang dipotong. Dagingnya akan dibagikan kepada para warga yang ikut urunan serta sebagian masyarakat untuk menyambut Idulfitri,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan kerbau bukanlah tanpa alasan. Daging kerbau memiliki tekstur yang lebih kuat dan cocok untuk berbagai masakan khas Lebaran tanpa mudah hancur. Supian berharap tradisi Kebo Andil dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda di Kota Depok, serta menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
