Kapal Tanker Pertamina Diusulkan Diawaki WNI Demi Kepentingan Bangsa

26 Apr 2026 • 04:45 iMedia

MEDIAHUB.ID – Fakta bahwa kapal milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz diketahui seluruh awaknya merupakan warga negara asing (WNA) memicu sorotan publik. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional, terlebih di tengah banyaknya pelaut Indonesia yang dinilai kompeten dan bersertifikasi internasional.

Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, mengkritik keras kondisi tersebut. Ia menilai persoalan ini bukan semata urusan operasional, melainkan menyangkut keberpihakan terhadap bangsa dan negara.

“Pertamina sebagai perusahaan milik negara sudah kehilangan jiwa kebangsaan dan warna merah putihnya. Yang mereka utamakan sekarang bukan kesejahteraan rakyat dan kepentingan negara, tapi bagaimana memuluskan keinginan segelintir orang yang berkuasa,” kata Mukhsin dalam keterangan di Jakarta, Rabu malam, 22 April 2026.

Ia mempertanyakan alasan manajemen Pertamina menggunakan awak asing, padahal Indonesia memiliki banyak pelaut terlatih yang siap bekerja.

“Negeri ini punya jutaan warga yang siap bekerja, termasuk ribuan pelaut yang terlatih, bersertifikasi, dan memiliki keahlian yang diakui dunia. Kenapa kesempatan itu justru diberikan kepada WNA? Apakah anak bangsa ini tidak mampu atau tidak pandai? Tentu tidak,” ujarnya.

Menurut Mukhsin, penggunaan awak asing pada kapal strategis milik negara juga dinilai berisiko terhadap ketahanan energi dan kedaulatan nasional. Ia menilai aset seperti kapal tanker seharusnya menjadi ruang bagi tenaga kerja Indonesia.

“Kapal tanker adalah aset strategis, urat nadi pasokan energi kita. Kalau pengelolaannya diserahkan sepenuhnya ke tangan orang asing, risikonya sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan, dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, kepentingan awak kapal asing belum tentu sejalan dengan kebutuhan energi Indonesia. Karena itu, ia mendesak agar praktik tersebut tidak dibiarkan berlarut.

“Kalau yang bekerja adalah anak bangsa, pasti ada rasa memiliki dan tanggung jawab. Tapi kalau yang bekerja orang asing, mereka tidak peduli nasib negeri kita,” ucapnya.

Mukhsin juga meminta aparat penegak hukum menelusuri siapa pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan tersebut dan memastikan ada pertanggungjawaban hukum jika ditemukan pelanggaran.

Sebelumnya, sebuah video kapal tanker milik Indonesia di Selat Hormuz viral di media sosial. Dalam rekaman itu, percakapan antara seorang pelaut Indonesia dan kru kapal Gamsunoro, tanker Pertamina, mengungkap seluruh anak buah kapal berasal dari India.

Menanggapi viralnya video tersebut, Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menjelaskan kapal Gamsunoro saat itu sedang disewa pihak ketiga. Karena itu, perekrutan kru dilakukan oleh penyewa dengan mengacu pada regulasi internasional dan standar operasional industri pelayaran global.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya