Saksi yang Disebut Khalid Basalamah Terkait Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK
MEDIAHUB.ID – Sejumlah petinggi biro perjalanan haji, termasuk saksi yang disebut oleh pendakwah Khalid Basalamah terkait dana Rp8,4 miliar, tidak menghadiri panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 April 2026. Namun, hanya satu saksi yang memenuhi panggilan.
Saksi yang hadir adalah Syarif Thalib, Direktur Operasional PT Marco Tour and Travel.
“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait penjualan atau pengisian kuota, termasuk soal keuntungan tidak sah yang didapatkan para PIHK tersebut,” kata Budi, dikutip RMOL, Minggu, 26 April 2026.
Sementara itu, tiga saksi lainnya tidak hadir, yakni Asep Inwanudin selaku Direktur PT Medina Mitra Wisata, Ibnu Masud selaku Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata, dan Mahmud Muchtar Syarif selaku Direktur Utama PT Almuchtar Tour and Travel.
“Ketiga saksi tidak hadir,” ujar Budi.
Nama Ibnu Masud sebelumnya kerap disebut Khalid Basalamah. Dalam keterangannya, Khalid menyebut dirinya hanya berhubungan dengan pihak PT Muhibbah dalam proses pengurusan keberangkatan haji.
Khalid juga mengungkap adanya pengembalian dana dari PT Muhibbah kepada pihaknya dengan nilai sekitar Rp8,4 miliar. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui asal-usul dana tersebut sebelum diminta menyerahkannya kepada KPK.
“Nah, waktu dipanggil sama KPK, KPK mengatakan, ‘Ustaz, ada uang dari visa itu?’ Saya bilang, iya ada. ‘Ustaz, harus kembalikan’. Baik kita kembalikan,” kata Khalid usai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis malam, 23 April 2026.
Dana tersebut disebut sebagai pengembalian dari pihak PT Muhibbah yang kemudian diserahkan kepada KPK sebagai bagian dari proses penyidikan.
“Saya tidak tahu itu uang apa, KPK minta, kami kembalikan pada saat diminta,” ujar Khalid.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
