Berapa Lama Iran Bisa Bertahan dari Blokade AS? Ini Analisisnya

25 Apr 2026 • 16:24 iMedia

MEDIAHUB.ID – Blokade angkatan laut Amerika Serikat sejak 13 April 2026 memang menekan ekonomi Iran, tetapi sejumlah analis menilai Teheran belum akan tumbang dalam waktu dekat.

Salah satu penopang utama ketahanan Iran adalah minyak mentah yang sudah lebih dulu berada di laut sebelum blokade diberlakukan. Ratusan kapal tanker yang membawa minyak tersebut masih dapat menjual muatannya ke pasar internasional, sehingga pemasukan negara tetap mengalir meski jalur ekspor baru terganggu.

Dengan kondisi itu, Iran diperkirakan masih memiliki ruang fiskal selama beberapa bulan. Analis kebijakan luar negeri Kenneth Katzman menyebut cadangan minyak yang sudah dikirim menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemasukan negara.

“Berdasarkan pasokan itu, Iran masih bisa mendapatkan pemasukan hingga Agustus meskipun ada blokade,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu 25 April 2026.

Artinya, sejak pertengahan April, Iran kemungkinan masih mampu bertahan sekitar tiga hingga empat bulan ke depan. Ketahanan itu tidak hanya bergantung pada minyak yang sudah berada di laut, tetapi juga pada langkah antisipatif yang disiapkan sebelumnya.

Iran diketahui memiliki cadangan minyak besar, baik di darat maupun di laut. Negara itu bahkan menggunakan kapal tanker tua sebagai fasilitas penyimpanan tambahan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas di darat. Selama masih ada ruang penyimpanan dan jalur distribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, pemasukan masih bisa mengalir meski tidak sekuat biasanya.

Selain dari minyak, Iran juga memperoleh pemasukan tambahan melalui kebijakan mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dalam beberapa laporan, biaya ini bisa mencapai jutaan dolar per kapal, sehingga menjadi sumber dana alternatif di tengah tekanan blokade.

Meski begitu, kemampuan bertahan Iran tetap memiliki batas. Jika blokade berlangsung lebih lama dan semakin ketat, kapasitas penyimpanan minyak bisa penuh. Kondisi itu akan memaksa produksi dikurangi dan ekspor semakin terhambat. Tekanan ekonomi pun diperkirakan meningkat bertahap, bukan secara mendadak.

Sejumlah analis bahkan menilai Iran berpeluang bertahan lebih lama dibandingkan tekanan politik di Amerika Serikat. Iran dinilai sudah terbiasa menghadapi sanksi ekonomi, sementara kebijakan luar negeri AS kerap dipengaruhi dinamika politik domestik. Karena itu, strategi Teheran diperkirakan adalah bertahan selama mungkin sambil menunggu tekanan terhadap lawannya meningkat.

Secara umum, Iran belum berada di ambang kehancuran dalam waktu dekat. Dengan cadangan minyak yang besar dan strategi bertahan yang telah disiapkan, negara itu diperkirakan masih mampu bertahan hingga beberapa bulan ke depan, bahkan kemungkinan sampai Agustus. Setelah itu, perkembangan situasi akan sangat ditentukan oleh seberapa ketat blokade diterapkan dan bagaimana respons politik serta ekonomi dari kedua pihak.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya