Saksi Cabut BAP, Kuasa Hukum: Leonardi Jalankan Perintah Presiden Selamatkan Orbit 123 BT
JAKARTA – Kuasa hukum Leonardi, Jatendra Hutabarat, menyebut kesaksian dua saksi jaksa penuntut dalam sidang terbaru pada Jumat, 24 April 2026, memunculkan sejumlah fakta penting, termasuk pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Menurut Jatendra, saksi Widodo mencabut keterangannya pada poin 12, sementara saksi Listiyanto juga memberikan penjelasan yang dinilai menguatkan pembelaan kliennya.
"Fakta yang kami temukan adalah saksi Pak Widodo mencabut keterangannya di poin 12, dan Pak Listiyanto ada juga tadi," ujar Jatendra dalam keterangan yang diterima RMOL, Minggu, 26 April 2026.
Ia menambahkan, persidangan juga mengungkap adanya perintah langsung dari Presiden Joko Widodo saat itu untuk menyelamatkan slot orbit 123 BT yang tengah berada dalam kondisi mendesak.
"Fakta yang kita temukan bahwa ada perintah dari presiden untuk menyelamatkan slot orbit saat itu, karena itu kondisi mendesak. Sehingga dibuatlah dari fakta yang kita lihat harus ada ORM, sehingga dibuatkan kontrak oleh Pak Leonardi, itu adalah upaya penyelamatan dari perintah presiden," jelasnya.
Jatendra juga menegaskan tidak ada aliran dana yang diterima oleh Leonardi dalam perkara tersebut. Menurut dia, belum ada pembayaran dari negara kepada pihak penyedia, sehingga belum timbul kerugian keuangan negara.
"Kita sudah dengarkan juga bahwa tidak ada pengiriman uang yang diperoleh Pak Leonardi. Sampai saat ini pun, bahwa negara belum keluar duit, sehingga tidak ada kerugian keuangan negara," ujarnya.
Dalam persidangan, terungkap pula bahwa penentuan pemenang tender pengadaan satelit bukan berada di tangan terdakwa Leonardi, melainkan menjadi kewenangan Menteri Pertahanan saat itu, Ryamizard Ryacudu.
Hal itu muncul dari kesaksian Listiyanto saat menjawab pertanyaan kuasa hukum Leonardi, Rinto Maha. Saat ditanya mengenai kewenangan menetapkan pemenang tender pengadaan di atas Rp100 miliar, Listiyanto menyebut kewenangan itu berada pada pengguna anggaran, yakni Menteri Pertahanan.
Listiyanto juga mengakui keterlibatannya dalam rapat terbatas yang membahas penyelamatan slot orbit 123 BT atas arahan Presiden Jokowi.
Sementara itu, saksi Widodo mengakui adanya laporan dari terdakwa terkait proses pengadaan, sekaligus mencabut sebagian keterangannya dalam BAP. Dalam sidang, ia juga menjawab bahwa Leonardi pernah menyampaikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan.
Perkara ini menyeret tiga terdakwa, yakni Leonardi, Thomas Anthony Van Der Heyden, dan Gabor Kuti Szilard, yang diadili secara in absentia.
Sebelumnya, jaksa penuntut umum menyatakan para terdakwa secara bersama-sama mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar 21 juta dolar AS atau lebih dari Rp306 miliar.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
