Komisi IX DPR Soroti Pengadaan Motor dan Kaos Kaki BGN yang Dinilai Hamburkan Anggaran

15 Apr 2026 • 04:18 iMedia

MEDIAHUB.ID – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, menyoroti penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai tidak fokus pada substansi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lucy menyebut BGN mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 21.801 unit motor dengan harga sekitar Rp42 juta per unit. Selain itu, BGN juga disebut menganggarkan sekitar Rp6,9 miliar untuk pembelian 17.000 pasang kaos kaki, dengan harga sekitar Rp100 ribu per pasang.

Menurut Lucy, harga pengadaan tersebut tampak tidak wajar dan menimbulkan pertanyaan mengenai nilai riil barang yang dibeli.

“Penggunaan anggaran selain untuk menu makanan mengindikasikan adanya upaya penghamburan anggaran,” kata Lucy kepada wartawan, Selasa 14 April 2026.

Ia menilai, kebijakan itu tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah diterapkan di berbagai kementerian dan lembaga. Terlebih, sebagian anggaran BGN disebut berasal dari realokasi anggaran kementerian lain.

Lucy juga menyoroti fokus BGN yang dinilai terlalu besar pada pengadaan barang, sementara persoalan mendasar dalam pelaksanaan program MBG belum sepenuhnya dibenahi. Menurutnya, tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Ia mengatakan, masih banyak SPPG yang belum memenuhi standar, baik dari sisi higienitas, sanitasi, maupun manajemen operasional. Penutupan sementara ribuan SPPG, kata dia, menjadi tanda bahwa persoalan tata kelola belum terselesaikan.

“Belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastruktur SPPG yang belum standar. Hal ini diduga menjadi penyebab terjadinya banyak kasus keracunan penerima manfaat MBG,” ujar Lucy.

Atas dasar itu, Lucy meminta BGN memprioritaskan pembenahan SPPG agar kualitas gizi dalam program MBG benar-benar terjamin.

“Jangan sampai BGN menjadi Petruk dadi ratu yang dapat menggagalkan program MBG yang mulia ini. Hal itu tentu tak boleh terjadi,” pungkasnya.

Sumber: RMOL

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya