Argentina Resmi Keluar dari WHO, Mengikuti Jejak AS

18 Mar 2026 • 02:38 iMedia

MediaHub – Argentina telah resmi menarik diri dari World Health Organization (WHO), menyusul langkah serupa yang lebih dahulu diambil oleh Amerika Serikat. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, pada Selasa yang lalu, menandai berlakunya penarikan tersebut satu tahun setelah pemberitahuan resmi disampaikan kepada WHO.

Dalam pernyataannya yang dibagikan melalui media sosial, Quirno menegaskan, “Hari ini, penarikan Argentina dari WHO mulai berlaku, menandai satu tahun sejak notifikasi resmi dilakukan oleh negara kami.” Informasi tersebut dirilis oleh Al-Jazeera.

Meskipun keluar dari WHO, Argentina berkomitmen untuk tetap menjalankan kerja sama internasional di sektor kesehatan lewat perjanjian bilateral dan forum regional. Pemerintah Argentina, di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei, ingin memastikan kedaulatan penuh dalam menetapkan kebijakan kesehatan nasional.

Tindakan ini adalah bagian dari kebijakan pemerintahan sayap kanan Milei, yang secara terbuka mengkritik peran organisasi internasional, termasuk WHO. Kebijakan ini mencerminkan langkah awal yang diambil oleh sekutu Milei, yaitu mantan Presiden AS Donald Trump, yang juga menuduh organisasi internasional mendorong kebijakan progresif.

Pengumuman awal Argentina untuk keluar dari WHO terjadi pada Februari tahun lalu, hanya sebulan setelah keputusan serupa diumumkan oleh AS. Dalam pernyataannya, Milei menunjukkan kritik tajam terhadap WHO terkait rekomendasi kebijakan yang diterbitkan selama pandemi COVID-19, seperti penggunaan masker dan pembatasan sosial, bahkan menyebut organisasi tersebut sebagai “berbahaya” dan terlibat dalam “eksperimen kontrol sosial terbesar dalam sejarah.”

Sementara itu, WHO berperan sebagai lembaga penasihat yang memberikan panduan kesehatan global dan tidak memiliki kekuasaan untuk memaksakan kebijakan kepada negara-negara anggotanya. Hingga kini, WHO mencatat 194 negara anggota, termasuk Argentina sebelum penarikan ini berlaku.

Pada Januari lalu, penarikan diri AS juga mendapatkan reaksi keras dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menyebut alasan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mengancam keamanan global. “Pemberitahuan penarikan diri ini membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman,” tegas Tedros dalam pernyataannya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya