Iran Ancaman Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona

05 Mar 2026 • 01:34 iMedia

MediaHub – Teheran kembali mengeluarkan nada peringatan keras terhadap Israel, dengan ancaman akan menyerang reaktor nuklir di Kota Dimona. Jika negara Yahudi ini dan Amerika Serikat (AS) melanjutkan upaya untuk menggulingkan pemerintahan Iran, maka konsekuensinya akan sangat serius, demikian disampaikan oleh seorang pejabat militer senior Iran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Iran Nuances, pejabat tersebut menegaskan bahwa jika AS dan Israel terus menjalankan rencana tersebut, mereka akan memanfaatkan “rudal efektif terakhir” mereka untuk menyerang seluruh infrastruktur energi di Timur Tengah. “Ini adalah skenario yang telah kami persiapkan,” imbuhnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Reaktor Dimona, yang merupakan lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres, terletak di gurun Negev dan tempatnya sangat dirahasiakan. Ini bukan kali pertama IRGC, atau Korps Garda Revolusi Islam Iran, melancarkan serangan terhadap Israel. Sebelumnya, mereka telah melakukan serangkaian serangan ke berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv, dengan sasaran lokasi-lokasi strategis yang dianggap penting untuk pertahanan dan intelijen Israel.

Pada Rabu kemarin, IRGC melakukan serangan terhadap Bandara Ben Gurion serta gedung Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Mereka menggunakan rudal hipersonik dan drone dalam operasi tersebut.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh IRGC, dalam gelombang ke-17 dari Operasi Janji Sejati-4, mereka berhasil menembus sistem pertahanan AS yang dikenal dengan nama THAAD dan menargetkan fasilitas-fasilitas strategis di Israel. “Serangan ini berhasil mengenai gedung Kementerian Pertahanan Israel dan Bandara Ben Gurion,” bunyi pernyataan tersebut.

Selain itu, IRGC juga mengklaim bahwa mereka telah mampu menghancurkan tujuh radar canggih milik AS, yang konsekuensinya membuat “mata AS dan Israel buta” di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Iran dengan dua negara tersebut, serta bagaimana konflik di kawasan ini semakin kompleks.

Meskipun situasi semakin memanas, pengamat internasional terus memantau perkembangan ini dengan hati-hati, karena ancaman dari salah satu kekuatan yang paling berpengaruh di Timur Tengah dapat mengubah dinamika kawasan secara signifikan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya