Gedung Putih Bahas Proposal Iran Terkait Pembukaan Selat Hormuz
MEDIAHUB.ID – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama tim keamanan nasionalnya telah membahas proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sejumlah media internasional melaporkan, Iran menawarkan pembukaan kembali jalur strategis itu dengan syarat Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan perang diakhiri. Teheran juga disebut mengusulkan agar pembahasan program nuklirnya ditunda ke waktu mendatang.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pertemuan Trump dengan tim keamanan nasional berlangsung pada Senin pagi, 27 April 2026, waktu Amerika Serikat. Ia menegaskan proposal Iran memang sedang dibahas, tetapi belum tentu menjadi opsi yang akan diterima.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini… proposal tersebut sedang dibahas,” kata Leavitt dalam konferensi pers, dikutip dari CNBC International, Selasa 28 April 2026.
Leavitt menambahkan, pihaknya tidak ingin mendahului keputusan presiden. Ia juga menegaskan sikap Trump terhadap Iran sudah disampaikan dengan jelas, termasuk komitmen untuk tidak mencabut blokade sebelum ada kesepakatan yang benar-benar tuntas.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tampak menolak gagasan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam wawancara dengan media, Rubio menilai usulan tersebut bukan berarti jalur internasional itu dibuka secara bebas.
Rubio menegaskan Selat Hormuz adalah jalur laut internasional yang tidak boleh dikendalikan sepihak oleh Iran. Ia juga memperingatkan bahwa AS tidak akan menerima sistem di mana Iran menentukan siapa yang boleh melintas dan berapa biaya yang harus dibayar.
Di sisi lain, pemerintahan Trump tetap menekankan bahwa tujuan utama konflik ini adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Trump sebelumnya menyebut ancaman Iran memiliki senjata nuklir jauh lebih berbahaya dibandingkan persoalan lain dalam konflik yang berlangsung saat ini.
Upaya diplomasi sempat tersendat pada akhir pekan lalu. Trump membatalkan rencana pertemuan antara menantunya, Jared Kushner, serta utusan khusus Steve Witkoff, dengan perwakilan Iran di Pakistan.
Trump mengatakan pembatalan itu dilakukan karena terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan. Ia juga menegaskan Amerika Serikat masih memiliki posisi tawar yang kuat dalam negosiasi.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
