PLN Siap Pasok Listrik Hijau untuk Sektor Tambang

26 Apr 2026 • 23:37 iMedia

MEDIAHUB.ID – PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pertambangan melalui kerja sama dengan sejumlah produsen batu bara. Kolaborasi ini diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution untuk mendorong elektrifikasi operasional tambang.

Kerja sama melalui PJBTL tersebut dilakukan bersama PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.

Sementara itu, untuk skema Integrated Business Solution, PLN melalui anak usahanya menjalin kolaborasi dengan PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan, serta PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari Hendrawanto, menilai elektrifikasi alat berat menjadi kunci utama dalam menekan emisi di wilayah operasional tambang. Menurut dia, langkah ini penting untuk mendukung target nasional mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Ari menambahkan, transisi ke energi listrik juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku industri. Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, penghematan biaya operasional disebut bisa mencapai Rp2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat.

“Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar,” ujar Ari dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya untuk menjawab tantangan iklim, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menyebut pengembangan green mining menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan industri batu bara.

“PLN siap memberikan dukungan penuh bagi seluruh pelaku industri melalui berbagai layanan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan tambang,” kata Adi.

Ia menambahkan, forum tersebut menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan permintaan listrik di sektor tambang, menentukan batas optimal layanan PLN, serta merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan setelah umur tambang berakhir.

Dari sisi teknis operasional, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menyebut titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang. Karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan emisi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya