Wacana Duet Gibran-Bahlil di Pilpres 2029 Dinilai Sulit Terwujud

Wacana Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia masuk bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029 kembali mencuat. Dalam sejumlah pembahasan, Bahlil bahkan diprediksi berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal tersebut, Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, menilai duet Bahlil-Gibran maupun Gibran-Bahlil bukanlah skenario yang mudah diwujudkan. Menurut dia, kombinasi keduanya belum memiliki kekuatan basis massa yang cukup untuk bersaing di kontestasi nasional.

“Kalau Bahlil capres, Mas Gibran cawapres, atau sebaliknya, itu hanya bayangan ilusi saja. Alasannya Bahlil tidak punya basis real untuk hitungannya di Pilpres,” kata Kelrey di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menambahkan, dalam setiap pemilihan presiden, pemilih terbesar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Karena itu, menurut dia, dukungan Bahlil di wilayah tersebut masih tergolong lemah dan belum cukup untuk mendongkrak suara, sekalipun berpasangan dengan Gibran.

Kelrey menyarankan agar jika Gibran benar-benar ingin maju di Pilpres 2029, ia perlu mempertimbangkan pasangan dari Pulau Sumatera. Ia menilai opsi tersebut lebih relevan secara peta dukungan politik.

“Ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan Mas Gibran. Kalau ada isu hari ini bersama Bahlil, saya pikir dikubur saja lah, karena itu hanya mimpi,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya