Steven Pailah Kritik Pernyataan Jusuf Kalla soal Ajaran Kristen dan Kekerasan

13 Apr 2026 • 17:31 iMedia

MEDIAHUB.ID – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, memicu tanggapan dari Koordinator LBH Arus Bawah Prabowo (ABP), Steven Pailah. Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan jika tidak diluruskan.

Dalam video yang beredar, Jusuf Kalla menyebut konflik bernuansa agama kerap sulit dihentikan karena adanya keyakinan dari masing-masing pihak terkait konsep syahid. Ia mencontohkan konflik di Poso dan Ambon yang menurutnya dipengaruhi oleh pandangan serupa di kalangan penganut Islam dan Kristen.

Steven menilai penyamaan tersebut tidak tepat. Menurut dia, dalam tradisi Kristen tidak ada ajaran yang membenarkan tindakan membunuh orang lain sebagai jalan untuk meraih kemuliaan spiritual.

“Pernyataan itu tidak tepat. Dalam tradisi Kristen tidak ada ajaran yang membenarkan membunuh orang lain sebagai jalan memperoleh kemuliaan spiritual,” kata Steven dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, konsep martir dalam Kekristenan justru merujuk pada kesediaan menanggung penderitaan atau wafat tanpa kekerasan, bukan tindakan menyerang atau membunuh pihak lain.

Steven juga mengingatkan bahwa konflik komunal tidak semata-mata dipicu oleh faktor agama. Menurut dia, ada pula pengaruh faktor sosial, politik, dan ekonomi yang memperumit situasi di lapangan.

“Kalau narasi seperti ini dibiarkan, publik bisa mendapatkan gambaran yang keliru seolah-olah semua agama memiliki legitimasi terhadap kekerasan. Padahal tidak demikian,” ujarnya.

Terpisah, juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menegaskan bahwa potongan video yang beredar berasal dari ceramah JK di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Husain, pernyataan tersebut merujuk pada kondisi faktual saat konflik berlangsung, bukan pandangan pribadi Jusuf Kalla.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, memang ada kelompok dari kedua pihak yang sama-sama menyerukan perang suci dan mengklaim bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik adalah syahid. Itu fakta sejarah dari konflik bernuansa SARA, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain, Sabtu, 10 April 2026.

Ia menegaskan, konteks pernyataan JK perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya