Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual Di-DO

20 Apr 2026 • 03:44 iMedia

MEDIAHUB.ID – Universitas Indonesia (UI) menjatuhkan sanksi skors selama 45 hari kepada 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang diduga terlibat kasus kekerasan seksual verbal. Namun, keputusan itu menuai kritik, termasuk dari Sabrina Chairunnisa yang menilai para pelaku seharusnya diberi sanksi lebih tegas, yakni drop out (DO).

Melalui Instagram Story pada Sabtu, 18 April 2026, Sabrina menyampaikan kekecewaannya sambil membagikan unggahan dari akun @pandemictalks. Ia menilai skorsing bukan hukuman yang sepadan dengan kasus yang terjadi.

"DO buka skors @univ_indonesia!!" tulis Sabrina.

Sebagai mahasiswa UI program doktor Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Sabrina juga menegaskan bahwa ia tidak bisa merasa bangga jika kampus hanya memberikan sanksi skors kepada para terduga pelaku.

"Nggak ada bangga-bangganya lagi sih jujur kalau sampai nggak di-DO ini para pelaku," ujar Sabrina.

Ia juga menyoroti respons kampus yang dinilai terlalu cepat dan belum mencerminkan sikap tegas terhadap kasus tersebut.

"Mau ini oknum juga tetep aja penyelesaiannya kayak apa sangat cepat merefleksikan sikap dan kredibilitas UI imho," lanjutnya.

Sabrina bahkan menyatakan siap menerima konsekuensi jika kritiknya berujung pada sanksi terhadap dirinya.

"Kalau abis ngomong gini gue yang diskors or DO nggak apa-apa banget," tandasnya.

Sebelumnya, dalam siaran pers yang dibagikan pada Rabu, 15 April 2025, pihak UI menyebut kasus dugaan kekerasan seksual verbal tersebut sedang ditangani Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). Dalam proses penanganan itu, 16 mahasiswa FHUI dinonaktifkan terhitung sejak 16 April hingga 30 Mei 2026.

Selama masa skorsing, para mahasiswa tersebut dilarang mengikuti kegiatan akademik maupun berada di lingkungan kampus.

Keputusan UI juga memicu reaksi luas dari warganet. Banyak yang menilai sanksi 45 hari terlalu ringan dan tidak mencerminkan efek jera.

Salah satu komentar menyebut skorsing itu terasa seperti liburan. Warganet tersebut juga menilai kampus seharusnya memberikan sanksi pendidikan tambahan yang lebih panjang sebagai bentuk edukasi dan penghormatan terhadap perempuan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya