Pengamat Soroti Isu Pemakzulan Presiden, Sebut Ada Pihak yang Mendesain
MEDIAHUB.ID – CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai isu pemakzulan yang merebak dalam beberapa hari terakhir tidak muncul secara alami, melainkan diduga ada pihak yang mendesainnya.
Pernyataan itu disampaikan Pangi dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif yang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu malam, 15 April 2026.
“Ya, sebenarnya kalau bicara KPI (Key Performance Indicator-red) ya, bahwa peristiwa politik itu fenomena yang tidak ada yang alamiah. Makanya saya termasuk mazhab yang percaya bahwa dalam politik itu ada desain, ada arsitekturnya, ada perencanaannya, ada operatornya, ada yang mendesain,” ujar Pangi.
Menurut dia, rangkaian isu politik yang berkembang sejak Agustus 2025, termasuk peristiwa MBG hingga pernyataan kudeta dari pengamat politik Saiful Mujani, menunjukkan adanya pola yang saling berkaitan.
Pangi juga menyebut pihak yang paling dekat dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang patut dicermati dalam membaca dinamika politik tersebut. Dalam pandangannya, posisi itu merujuk pada wakil presiden.
“Ketika kita bicara tentang pemakzulan, tentu bicara tentang siapa yang ada di sampingnya, siapa yang paling dekat, kemudian sampai paling mendapatkan keuntungan secara langsung. Yang paling dekat, yang ada di samping, yang tidak jauh-jauh dengan presiden ialah wapres,” kata dia.
Ia kemudian mengaitkan pandangannya dengan sejumlah peristiwa politik di masa lalu. Menurut Pangi, sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa perubahan besar kerap diikuti oleh sosok yang berada paling dekat dengan pucuk kekuasaan.
“Ketika Soeharto jatuh, karena kudeta rakyat juga (tahun) 98, yang naik Habibie, nggak ada satu paket. Begitu juga ketika misalnya Gus Dur jatuh dikudeta, tidak satu paket, yang naik adalah wakilnya,” ujarnya.
Pangi menegaskan, dalam membaca dinamika politik, pihak yang paling dekat dengan presiden perlu menjadi perhatian utama karena dinilai berpeluang langsung memperoleh manfaat dari situasi yang terjadi.
“Ini kan fenomena empirik, peristiwa yang terjadi di masa lalu. Selalu yang harus diwaspada itu menurut saya adalah orang yang paling dekat dengan kita, nggak jauh-jauh. Dan nggak usah nuduh panjang-panjang yang terlalu jauh. Kenapa? Karena mereka langsung mendapatkan manfaat dari itu,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
