Jepang Uji Coba AI untuk Pemeriksaan Kanker
MediaHub – Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan rencana untuk melakukan uji coba teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pemeriksaan kanker. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi beban kerja para dokter yang saat ini semakin meningkat.
Menurut pedoman resmi pemerintah, dalam tata cara pemeriksaan kanker paru-paru, lambung, dan payudara di tingkat kota, terdapat keharusan untuk melakukan “pemeriksaan ganda”. Artinya, setiap gambar sinar-X harus ditinjau oleh dua dokter untuk meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam diagnosis. Namun, kewajiban ini menyebabkan kurangnya tenaga medis di fasilitas kesehatan dan memberikan tekanan yang signifikan terhadap staf medis.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Kementerian Kesehatan Jepang memutuskan untuk memulai uji coba penggunaan AI dalam prosedur pemeriksaan kanker. Dalam rencana tersebut, AI akan bertugas untuk menganalisis gambar hasil pemeriksaan. Jika AI mendeteksi adanya kelainan, hasilnya akan diserahkan kepada dokter untuk ditindaklanjuti. Dengan cara ini, pemeriksaan oleh dokter kedua dapat dihilangkan, sehingga mempercepat proses diagnosis.
Namun, untuk gambar yang dinyatakan oleh AI sebagai bebas dari kelainan, prosedur pemeriksaan ganda yang melibatkan dua dokter tetap akan diterapkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan akurasi diagnosis.
Saat ini, rincian mengenai waktu, metode, dan struktur verifikasi masih dalam tahap pembahasan. Kementerian Kesehatan berencana untuk merumuskan ketentuan ini setelah mendengarkan masukan dari para ahli di bidang terkait.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
