Hendri Satrio: Kritik ke Prabowo Bisa Jadi Imbas Pembongkaran Masalah Lama
MEDIAHUB.ID – Sorotan tajam terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dinilai tidak bisa dilepaskan dari upaya membuka persoalan lama yang selama ini tertutup.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai, kritik yang mengarah kepada Prabowo bukan semata-mata karena kesalahan pemerintah saat ini, melainkan bisa jadi merupakan akumulasi masalah yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya.
“Kenapa disalahkan Prabowo? Bagaimana kalau pemerintahan sebelumnya itu tidak memperbaiki borok yang ada, tapi hanya menutupinya?” ujar Hendri, dikutip dari kanal YouTube, Selasa, 7 April 2026.
Ia menduga, langkah pemerintah saat ini justru membuka persoalan mendasar agar dapat dibenahi, meski dampaknya memunculkan persepsi negatif di publik.
“Jangan-jangan Prabowo ini sedang membuka borok lama untuk diperbaiki. Tapi karena boroknya terlalu lama ditutupi, ketika dibuka baunya ke mana-mana, akhirnya yang disalahkan justru yang membuka,” katanya.
Hendri mencontohkan meningkatnya sorotan terhadap operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, kondisi itu bisa saja menunjukkan praktik lama yang sebelumnya tidak terungkap.
“Kenapa sekarang terlihat makin banyak OTT? Bisa jadi karena sebelumnya borok itu ditutup-tutupi,” ujarnya.
Selain itu, Hendri juga menyinggung pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai ketersediaan BBM nasional yang hanya bertahan sekitar 20 hari. Ia menilai persoalan tersebut bukan hal baru, melainkan masalah lama yang baru disadari publik.
“Selama ini kita baru tahu stok BBM kita hanya 20 hari. Padahal itu bukan hanya di era sekarang, tapi sudah lama karena keterbatasan storage. Bandingkan dengan Jepang yang bisa sampai 240 hari,” katanya.
Ia juga menduga ada peran mafia migas yang membuat tata kelola energi nasional tidak optimal. Menurutnya, jika persoalan itu tidak diungkap, publik tidak akan mengetahui kondisi sebenarnya.
“Coba kalau ini tidak dibongkar, kita tidak akan tahu sejak dulu kita hanya punya cadangan BBM 20 harian,” tambahnya.
Meski demikian, Hendri mengakui pandangannya tersebut masih sebatas dugaan. Ia menilai ada indikasi bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki keadaan, meski berisiko menanggung citra negatif.
“Saya bisa saja salah, tapi saya menduga Prabowo sedang berusaha membuka borok Indonesia agar bisa disembuhkan. Hanya saja, akibatnya dia yang kena jeleknya, padahal mungkin maksudnya baik,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
