Hasan Nasbi Respons Pernyataan Saiful Mujani: Kalau Pemerintah Tumbang Mau Diganti Siapa?
MEDIAHUB.ID – Founder Principle Communication Office Hasan Nasbi mengaku miris dengan pernyataan peneliti Saiful Mujani dalam acara halal bihalal sejumlah pengamat.
Hasan menilai forum tersebut justru digunakan untuk menyampaikan pernyataan yang memprovokasi publik. Hal itu merujuk pada video Saiful Mujani yang diduga mengajak masyarakat menggulingkan Presiden Prabowo Subianto dari pemerintahan.
“Jadi momen halal bihalal diisi dengan pidato-pidato sok paten, pidato-pidato yang memprovokasi bangsa sendiri, pidato-pidato yang mengajak orang lain untuk menjatuhkan pemerintah di momen halal bihalal. Jadi saya agak miris ya menyaksikan pidato-pidato di acara halal bihalal itu,” kata Hasan, dikutip dari akun YouTube miliknya, Minggu, 5 April 2026.
Hasan juga menyindir pihak-pihak yang mengaku sebagai pejuang demokrasi, namun menurutnya hanya mengukur demokrasi berdasarkan kepentingan sendiri. Ia menyebut, ketika kepentingan mereka tidak terpenuhi, demokrasi dianggap bermasalah.
“Ada orang-orang macam begini, itu ada. Dan orang-orang yang macam begini biasanya selalu atau seringkali tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas. Kata-kata yang melampaui batas itu adalah ayo kita jatuhkan pemerintah, ayo kita gulingkan pemerintah atau kalau yang agak konstitusional dikit, ayo kita impeach pemerintah,” ujarnya.
Menurut Hasan, pola seperti itu selalu muncul dalam setiap rezim pemerintahan. Kali ini, kata dia, hal tersebut kembali terjadi di era pemerintahan Prabowo.
Ia juga menyebut pihak-pihak yang hari ini menggulirkan wacana impeachment atau menggulingkan Prabowo merupakan lawan politik pada pemilu sebelumnya.
“Dan hari ini, satu setengah tahun zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung, artinya dia kan mendukung capres-capres juga, orang-orang ini kan kemarin juga mendukung capres-cawapres, tapi kebetulan kurang beruntung, di pemilu terakhir mereka kurang beruntung,” ucapnya.
Hasan menilai masih ada hasrat untuk berkuasa tanpa melalui proses pemilu. Menurut dia, sikap tersebut tidak sejalan dengan esensi demokrasi.
“Mungkin ini hasrat untuk berkuasa tanpa Pemilu ini yang meronta-ronta dalam jiwa mereka. Mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi. Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi tapi nggak pernah mau paham apa esensi demokrasi,” sindirnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Kantor Komunikasi Presiden itu menyayangkan ajakan untuk menjatuhkan pemerintah disampaikan oleh Saiful Mujani, yang merupakan profesor ilmu politik sekaligus pendiri lembaga survei dan konsultan politik.
Dia menilai, Saiful semestinya memahami data tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo yang menurutnya masih tinggi.
“Dia juga seorang pollster yang harusnya paham data. Hari ini boleh aja silakan aja Anda mengatasnamakan rakyat, tapi mengatasnamakan rakyat yang banyak atau sedikit. Lihat nggak hasil pollster lembaga anda atau sebelah, berapa approval rating Presiden hari ini, berapa banyak dukungan masyarakat terhadap pemerintah hari ini,” katanya.
Hasan juga menyayangkan provokasi terhadap pemerintah muncul di tengah kebutuhan akan persatuan nasional untuk menghadapi situasi ekonomi global yang sedang tidak stabil.
“Ada satu semangat, satu hati, satu perasaan untuk menjaga bangsa kita bisa melalui keadaan yang sulit ini dengan baik. Ini kok malah mengacak-acak, malah memprovokasi supaya pemerintah tumbang,” ujarnya.
“Eh kalau pemerintah tumbang mau diganti sama siap? Mau diganti sama Anda? Atau mau diganti sama siapa dan belum tentu lebih baik kan, dalam keadaan seperti ini kan belum tentu lebih baik. Makanya saya sih sangat tidak nyaman, terus terang melihat lontaran-lontaran statement yang tidak menggunakan akalnya dengan baik,” pungkas Hasan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
