George Weah Kecam Keputusan CAF Soal Piala Afrika 2025

24 Mar 2026 • 02:38 iMedia

MediaHub – George Weah, legenda sepak bola Afrika, tidak terima dengan keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar Piala Afrika 2025 dari Senegal dan menyerahkannya kepada Maroko.

Ketika Weah meraih Ballon d’Or pada tahun 1995, dirinya telah mengangkat reputasi sepak bola Afrika ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, keputusan ini dianggapnya merusak citra benua Afrika.

“Keputusan ini semakin memperburuk dan merusak sepak bola Afrika, serta melemahkan kepercayaan pada keadilan, konsistensi, dan integritas di dalam olahraga ini,” ungkap Weah.

Pertandingan final Piala Afrika 2025 yang berlangsung di Rabat pada 18 Januari sempat menjadi sorotan. Para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Meski begitu, Sadio Mane berhasil meyakinkan timnya untuk kembali dan melanjutkan pertarungan yang pada akhirnya dimenangkan Senegal dengan skor 1-0.

Bagi Weah, hasil akhir di lapangan adalah hal yang tak boleh diubah. “Sepak bola seharusnya ditentukan di lapangan, bukan diubah-ubah setelah peluit akhir berbunyi. Dalam olahraga, tidak ada alasan untuk membatalkan pertandingan yang telah dinyatakan selesai sesuai dengan penilaian wasit dan aturan permainan,” tegas mantan striker timnas Liberia ini.

Pada kesempatan yang sama, Weah juga membantah spekulasi yang menyebutkan dukungannya terhadap keputusan CAF. “Saya mengingatkan semua yang menyebarkan foto dan pernyataan menyesatkan tentang saya untuk berhati-hati,” katanya.

Weah pun meminta kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan pihak berwenang lainnya untuk mengambil tindakan tegas agar ketidakadilan ini tidak dibiarkan berlaku.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya