Debut sebagai Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Tugasnya Lebih Rumit daripada Jadi Pemain
Hendra Setiawan resmi menjalani peran baru sebagai pelatih tim putra Indonesia pada Thomas Cup 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark.
Legenda bulu tangkis Indonesia itu mengaku tugas sebagai pelatih terasa lebih rumit karena harus menyusun taktik, membaca kondisi pemain, hingga menentukan komposisi terbaik untuk menghadapi lawan.
“Rasanya mungkin lebih susah kali ya, jadi pelatih kan harus nentuin nih. Kemarin sudah ngobrol dengan Koh Anton, memetakan nanti siapa yang lawan ini, siapa yang turun. Kalau saat jadi pemain kan langsung saja siap main, ya main,” kata Hendra dalam keterangan tertulis PBSI, Jumat (17/4/2026).
Menurut Hendra, perbedaan paling besar dibanding saat masih menjadi pemain adalah tanggung jawab dalam melihat kebugaran atlet serta menyesuaikan strategi dengan kekuatan lawan.
“Kalau ini kan harus lihat kondisi pemainnya juga, terus lawannya siapa, susahnya di situ,” ujarnya.
Hendra juga mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan dipercaya mendampingi tim di turnamen beregu sebesar Thomas Cup. Meski begitu, ia menilai tugas tersebut sebagai panggilan yang harus dijalani dengan siap.
“Nggak kepikiran sih sebenarnya tapi ini panggilan jadi saya harus siap,” ucap peraih satu gelar Piala Thomas itu.
Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan kepelatihannya di level internasional.
Di sisi lain, skuad bulu tangkis Indonesia telah tiba di Denmark setelah menempuh perjalanan dari Jakarta pada Kamis (16/4/2026) malam WIB. Tim saat ini fokus menjalani aklimatisasi cuaca dan penyesuaian kondisi lapangan sebelum memulai pertandingan pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Salah satu pasangan debutan, Sabar/Reza, juga disebut berambisi tampil maksimal dan menyumbang poin penting bagi Indonesia dengan dukungan langsung dari Hendra Setiawan.
