5 Motor Lawas yang Dulu Diremehkan Kini Langka dan Diburu Kolektor

17 Apr 2026 • 16:43 iMedia

MEDIAHUB.ID – Beberapa motor lawas yang dulu kerap dipandang sebelah mata karena desain dianggap aneh atau teknologi yang tertinggal, kini justru menjadi buruan kolektor. Kelangkaan unit dan nilai historis membuat harganya melonjak jauh dari harga bekasnya dulu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa selera pasar otomotif bisa berubah drastis seiring waktu. Motor yang semula dianggap kurang menarik, boros, atau tidak bergengsi, pada akhirnya justru dipandang sebagai kendaraan klasik dengan karakter kuat dan nilai koleksi tinggi.

Berikut lima motor yang dulunya sering diremehkan, namun kini semakin langka dan diburu para penggemar otomotif.

1. Honda Win 100

Honda Win 100 dulu identik sebagai motor operasional instansi pemerintahan dan kendaraan di pedesaan. Bentuknya yang menyerupai motor sport, tetapi dengan posisi mesin datar seperti bebek, membuatnya kurang diminati kalangan muda.

Meski begitu, motor ini dikenal tangguh di medan berat. Kemampuannya digunakan untuk menanjak hingga melewati jalur kampung membuat Honda Win 100 tetap punya tempat di hati sebagian pengguna. Kini, banyak unit disulap menjadi gaya semi-trail dan diburu pecinta motor kustom. Jika dulu harga bekasnya hanya sekitar Rp2 jutaan, unit restorasi sekarang bisa dipatok puluhan juta rupiah.

2. Kawasaki Ninja 150 SS Kuning

Kawasaki Ninja 150 SS pernah dianggap sebagai varian paling rendah di keluarga Ninja 150R. Warna kuning pada model ini juga sempat kurang diminati karena citra Ninja sudah telanjur melekat dengan warna hijau.

Namun, kini justru varian kuning menjadi salah satu yang paling langka. Keterbatasan unit membuat harganya naik tajam di pasar kolektor. Tidak sedikit pemilik Ninja 150R yang rela mengubah motornya agar menyerupai tipe SS klasik ini.

3. Honda Tiger Revo

Saat pertama kali meluncur, Honda Tiger Revo sempat memicu perdebatan karena desain lampu depan asimetrisnya. Inovasi yang terinspirasi dari motor-motor Eropa itu justru mendapat kritik dari sebagian penggemar setia Honda.

Meski sempat dihujat, Tiger Revo kini mulai dilirik kembali karena reputasinya sebagai motor besar yang nyaman dan punya karakter tersendiri. Unit yang terawat baik makin dicari, terutama oleh kolektor yang menyukai motor lawas bergaya khas.

4. Yamaha RX-King lawas

Yamaha RX-King pernah dipandang sebagai motor bising dan liar yang kurang cocok untuk penggunaan sehari-hari. Namun, seiring waktu, citranya berubah total.

Sekarang, RX-King justru dianggap sebagai ikon motor dua tak yang legendaris. Kelangkaan unit asli dan banyaknya modifikasi membuat harga motor ini terus merangkak naik, terutama untuk versi yang masih orisinal.

5. Suzuki Tornado 200

Suzuki Tornado 200 dulu bukan motor yang paling ramai dibicarakan di kelasnya. Desainnya dianggap biasa saja dan kalah populer dibanding rival-rivalnya.

Namun, justru karena jumlahnya tidak sebanyak model lain, Tornado 200 kini menjadi buruan kolektor. Motor ini dicari karena karakter mesin yang kuat, aura klasik, dan potensi restorasi yang menarik.

Perubahan pandangan terhadap motor-motor lawas ini membuktikan bahwa nilai sebuah kendaraan tidak selalu ditentukan saat pertama kali dirilis. Dalam dunia otomotif, waktu sering kali menjadi penentu apakah sebuah model akan dilupakan atau justru naik kelas menjadi barang koleksi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya