Dukungan Tak Terbantahkan Kim Jong Un untuk Rusia

25 Mar 2026 • 02:56 iMedia

MediaHub – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan komitmen kuat negaranya untuk selalu mendukung Rusia. Pernyataan ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara kedua negara, terutama pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Saat berbicara kepada media, seperti yang dilansir AFP pada Rabu (25/3/2026), Kim menyatakan bahwa Korea Utara siap memberikan dukungan militer, termasuk pengiriman pasukan darat dan sistem persenjataan untuk membantu upaya perang yang dilakukan oleh Rusia. Analis memperkirakan bahwa dukungan Korut tersebut adalah balasan atas pasokan makanan dan teknologi senjata yang diterima dari Moskow.

Dalam kesempatan yang sama, Kim juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengangkatannya kembali sebagai Presiden Korut, yang dilakukan oleh badan legislatif negara tersebut yang berfungsi terbatas.

“Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Anda atas ucapan selamat yang hangat dan tulus atas pengangkatan kembali saya sebagai Presiden Urusan Negara,” ucap Kim dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Sebagaimana dikutip dari ucapannya, Kim menegaskan, “Saat ini, Korea Utara dan Rusia bekerja sama erat untuk mempertahankan kedaulatan kedua negara.” Ia juga menambahkan bahwa komitmen tersebut adalah pilihan dan tekad yang tidak akan pernah tergoyahkan.

Pernyataan tersebut muncul setelah kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ke Pyongyang pada Juni 2024, dimana keduanya sepakat untuk saling membantu militer tanpa penundaan dalam situasi darurat.

Di sisi lain, media Belarus melaporkan bahwa Presiden Alexander Lukashenko akan mengunjungi Korea Utara dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara yang merupakan musuh Barat ini. Dukungan terhadap Rusia dalam konflik Ukraina semakin memperkuat aliansi antara Korea Utara, Rusia, dan Belarus.

Badan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat menilai bahwa Korea Utara telah mengirimkan ribuan tentara ke Rusia, termasuk ke wilayah Kursk, disertai dengan pengiriman amunisi, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

Menurut perkiraan, sekitar 2.000 tentara Korea Utara dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka dalam konflik ini.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya